Langsung ke konten utama

Jawatan Gadai Tempel Sleman









Jawatan Gadai Tempel

Jawatan Gadai di daerah tempel, Sleman Jogja ini berdiri pada sekitar tahun 1914.  setelah keluarnya ketentuan mengenai hak monopoli pemerintah Hindia Belanda atas bisnis gadai pada tahun 1901. 

Berdirinya jawatan Gadai di Tempel pada tahun 1914, ini juga diiringi dengan Lembaran Negara Nomor 640, yang menetapkan  monopoli Jawatan Rumah Gadai Negara untuk daerah Jogjakarta.

Kantor Gadai tempel ini pada saat awal didirikan berada di dekat pasar dan kantor kawedanan. Lokasi kantor gadai pada masa kolonial memang selalu didirikan di daerah pusat perekonomian rakyat.  Sesuai dengan tujuan utama berdirinya jawatan gadai adalah untuk membantu rakyat dari jerat rentenir

Salah satu ciri khas kantor gadai dimasa Belanda ini adalah kantor yang tidak menghadap langsung ke jalan besarnya, namun kantor dibuat menghadap samping. Counter layanan menghadap beranda dimana nasabah antri untuk mendapat layanan.

Seiring dengan perubahan perkembangan perekonomian di Sleman, pasar tempel tidak lagi ramai seperti dahulu kala dan kemudian dengan dibangunnya jalan layang (fly over) yang melintasi depan kantor menyebabkan posisi kantor gadai Sleman tidak lagi strategis. kantor ex jawatan gadai Tempel inipun semakin tenggelam.

Pada saat sekarang, kantor Jawatan Gadai Hindia Belanda Tempel ini sudah menjadi Cagar Budaya. Masyarakat dapat melihat bagaimana ruang kantor dan fasilitas Jawatan gadai sebagaimana yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda tempo dulu.


 

 











 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

pemeriksaan kas sekonyong konyong

Disaat masih menjadi pemeriksa muda di Inspektorat Wilayah Medan aku seperti biasa melakukan berbagai kunjungan pemeriksaan ke berbagai kantor cabang Pegadaian. Hari ini pemeriksaan di kantor cabang Pegadaian takengon selesai dilaksanakan, siang ini aku dan pak Sudrajat sebagai ketua team akan segera kembali ke Medan.  Ketua team ini orang sunda yang sangat baik dan seperti orang sunda lainnya, senang guyon, sehingga perjalanan jauh dari Medan ke Aceh yang ditempuh selama belasan jam ini tidak terasa membosankan. Tapi seperti orang sunda yang susah melafalkan beberapa huruf, begitu juga boss satu ini, salah satu yang paling aku ingat adalah kegagalannya mengucapkan kata “eksekutif”, beliau selalu mengucapkannya sebagai sekutip.   Karena sudah jadwalnya kembali ke Medan, Hati ini riang gembira serasa berteriak “hore.. hore, akhirnya tiba waktunya I’am coming home”. Tidak seperti sekarang dimana sewaktu waktu dapat video call dengan anak isteri, tahun 90-an ini kalau kangen sama keluarga

Arisan Emas Pegadaian.

Ingin berinvestasi emas ? kunjungi outlet outlet Pegadaian, sekarang investasi emas dapat dilakukan dengan berbagai cara, dapat dibeli secara tunai di outlet Galeri 24 Pegadaian, dapat juga dengan cara arisan.

jalur sungai Banjarmasin to Palangkaraya

Jalur Sungai Banjarmasin – Palangkaraya. Kantor cabang Pegadaian di Palangkaraya pada tahun 1999 merupakan satu-satunya kantor cabang Pegadaian yang terletak di kota Palangkaraya, ibukota Propinsi Kalimantan Tengah.   Pegadaian di Palangkaraya kurang bagus perkembangannya karena setelah beberapa tahun berdiri masih juga berstatus cabang kelas III, klasifikasi cabang terendah pada masa itu. Dibandingkan Pegadaian di wilayah Kalimantan Timur sangat jauh tertinggal, Pegadaian di wilayah Balikpapan telah tumbuh pesat.  Pada tahun 1998-2000 apabila kita ingin ke   kota Palangkaraya dari Banjarmasin salah satu alternative yang dapat ditempuh adalah dengan menggunakan sarana transportasi berupa speed boat . Setelah pengalaman buruk saya menggunakan angkutan darat maka saya lebih memilih selalu menggunakan angkutan sungai meskipun sebenarnya saya takut karena tidak bisa berenang sama sekali. Transportasi sungai Banjarmasin ke Palangkaraya ini akan melalui sungai-sungai Kuala Kapuas,