Jatuh bangunnya mimpi mobil nasional

 Mimpi punya mobil buatan Indonesia  

Impian punya mobil nasional ini sudah menjadi salah satu materi kampanye presiden yang banyak dijual oleh capres, foto Jokowi tersenyum disamping mobil Esemka sangat ikonik dan menjadi modalnya menjadi menjadi tokoh nasional. Jualan mimpi membangun mobil nasional ini, membawanya sampai jadi presiden, meskipun mobil tersebut tidak juga pernah terwujud.

Prabowo sewaktu kampanye juga menjadikan mobil buatan anak bangsa sebagai jualannya, setelah menang pilpres beliau mewujudkannya dengan naik mobil buatan PINDAD yang bernama maung. Tapi kemudian ternyata PINDAD ini hannya merakit dan mobilnya import juga.

Dahulu sekali, waktu saya masih muda dan presidennya bernama Soeharto, era tahun 1996 mimpi ini itu sudah juga ada, program mobil nasional ini disebut dengan nama TIMOR.

Masa itu Indonesia disebut dengan macan Asia, dalam atmosfer seperti itulah, gagasan membangun mobil nasional terasa sudah menjadi keharusan, pasar mobil hampir semuanya dikuasai produsen dari Jepang. Indonesia benar benar hanya jadi konsumen.

Kemudian hadirlah mobil bernama TIMOR dengan gelar mobil nasional.  Di atas kertas, gagasannya terdengar hebat sekali,  membangun industri otomotif dalam negeri, memperkuat merek nasional, dan membuka jalan bagi kemandirian teknologi. Anak bangsa bisa berdiri sejajar dengan Jepang, begitulah kira kira penjelasan dari Menteri penerangan Harmoko. Hasil dari rapat di Bina Graha,  disampaikan oleh Anita Rachman pada siaran berita TVRI.

Tapi sebenarnya TIMOR ini 99,99% adalah mobil Korea, merek aslinya adalah KIA Sephia. Buatan lokalnya hanya logo TIMOR-nya.  Masuk ke Indonesia degan narasi mobil nasional dan mendapatkan fasilitas istimewa, tidak ada bea masuk impor dan tidak terkena pajak barang mewah. Karena itu harganya separuh dari harga mobil jepang sekelasnya pada masa itu. Honda Civic pada masa itu dijual Rp. 70 juta, TIMOR hanya seharga Rp. 35 juta.

Tentu saja TIMOR sangat kompetitif dari sisi harganya yang miring banget kata koko penjual mobil bekas di tiktok, pasar merespons dengan antusias. TIMOR laku keras. 

Tetapi keunggulan itu tidak datang dari pertarungan bisnis yang biasa. Tidak perlu ada strategi marketing ala mark plus. Cukup dengan kepres maka  datanglah perlakuan Istimewa. keunggulannya sangat ditopang oleh fasilitas negara bukan marketing mix ala Philip kottler. Kalau belum tahu, TIMOR ini dimiliki oleh Perusahaan milik Tomy Soeharto, anak presiden.  Jadi tahu sendirilah pada masa orde baru, tidak ada yang berani membantah titah bapak presiden.

Produsen mobil Jepang, Amerika dan Eropa tentu saja marah dengan tindakan diskriminatif dan persainga tidak fair ini. Di Indonesia Soeharto bisa mengatur semuanya, tetapi dalam dunia perdagangan global dikenal adanya organisasi  yang disebut WTO, Maka konflik itu pun bergerak ke panggung global. Diluar kekuasaan bapake Tomi.

Apa yang di dalam negeri disebut sebagai keberpihakan terhadap industri nasional, di luar negeri dibaca sebagai perlakuan yang tidak adil. Apa yang di Indonesia dikemas sebagai langkah membangun kebanggaan bangsa, di forum global dilihat sebagai distorsi persaingan.

Di sinilah nasib TIMOR menjadi tragis sekaligus simbolis. Program ini kehilangan legitimasinya, ini bukan program mobil nasional tetapi contoh dari ambisi keluarga penguasa yang menggunakan fasilitas negara dalam berbisnis. 

Setelah dihajar di WTO sehingga fasilitas bebas pajak dan bea masuk harus dihapus, kemudian datanglah krisis terbesar yang pernah dialami Indonesia. Krisis moneter tahun 1998. Nilai rupiah runtuh. Harga-harga melambung. Dunia usaha goyah, demo gulingkan Soeharto terjadi dimana mana.  

Semuanya dibakar dan pak Harto pun kemudian muncul di TV didampingi wapresnya Habibie dan Pangab ABRI Jenderal Wiranto, menyatakan saya mengundurkan diri, sekian.  Gedung DPR yang sudah diduduki mahasiswa dan Amien Rais-pun heboh

Disini jugalah mimpi mobnas TIMOR berakhir. Saya pernah punya mobil TIMOR, beli second hand, warna abu abu sebelum dijual karena kerusakan di stirnya dan dashboardnya ngelotok karena tidak tahan panas.






Komentar