Mendeteksi Fraud Emas Palsu



Gambar Leontin yang Bagian Dalamnya ada isian.




Risiko operasional pada bisnis gadai dalam menerima emas antara lain adanya upaya oknum calon nasabah untuk melakukan penipuan, misalnya sebagaimana terlihat pada gambar di atas, masuknya Liontin yang di bagian dalamnya dimasukkan butiran tembaga agar berat liontin lebih berat dari semestinya.

Jika Penaksir tidak cermat melakukan pengujian maka nilai taksiran akan menjadi tidak wajar (terlalu tinggi). Metode pengujian awal untuk kasus sejenis ini adalah :
  • Melakukan pengamatan atas ketidak wajaran berat perhiasan, biasanya Penaksir yang berpengalaman akan mengetahui berat wajar perhiasan ini sebelum ditimbang dengan menggunakan timbangan digital.
  • Selanjutnya dilakukan pengujian analisa kimia untuk mengetahui karatase perhiasan dan memastikan bahwa perhiasan bukan emas sepuhan.
  • Mengingat leontin tersebut berupa perhiasan berronga yang tidak dapat diuji dengan metode uji Berat Jenis, pengujian dilakukan dengan meng – cutter atau mengebor perhiasan tersebut (bor mini untuk uji taksiran), pada bagian dalamnya ditemukan adanya isi potongan tembaga atau pasir.


Pada kasus kecurangan sejenis ini biasanya oknum nasabah akan menggunakan alamat palsu atau alamat yang tidak berasal dari sekitar outlet gadai, pemalsuan ini pada umumnya merupakan sindikat pemalsuan emas. Barang emas palsu biasanya dibuat secara professional atau dengan bentuk yang sangat halus sehingga tidak mudah terdeteksi dan dalam jumlah yang cukup banyak.   

Oknum sindikat pemalsuan emas ini akan mencoba menggadaikannya pada banyak lokasi kantor gadai dan menggadai pada saat nasabah terlihat ramai dengan harapan Penaksir karena kesibukannya tidak cermat dalam melakukan pengujian.














Komentar