Rabu, 31 Desember 2025

Leadership : Personal Touch Style

Pemimpin Bisnis Dengan Personal Touch

Tokoh pemimpin bisnis di Indonesia yang sangat dikenal dengan pendekatan Personal Touch-nya adalah ex CEO Astra, T. P. Rachmat. T.P. Rachmat ini dikenal dengan gaya kepemimpinan yang sangat mengandalkan personal touch, ciri khasnya adalah : 

People–oriented & rendah hati

Mulai karier sebagai sales Astra lalu naik jadi CEO, lalu mendirikan Triputra Group. Latar “dari bawah” ini membuat gaya komunikasinya dekat dan membumi, bukan tipikal bos yang jauh di menara gading.

Menekankan karakter & mindset

Dalam pidato dan wawancara, ia sering menekankan pentingnya karakter baik, integritas, dan mindset yang benar sebagai fondasi kepemimpinan, terutama saat krisis—ini sangat selaras dengan pendekatan persuasif yang mengajak orang berubah karena “masuk akal dan masuk hati”, bukan karena takut. 

Gaya “bapak” yang menenangkan

Dalam berbagai cerita, ia digambarkan sebagai figur tenang, fokus membangun kepercayaan, dan loyalitas jangka panjang. Ini mirip kombinasi transformational leadership (punya visi & mengubah organisasi) dengan sentuhan servant leadership (fokus ke orang dan karakter).

 “Pemimpin yang membesarkan orang, perlahan tapi konsisten, dengan integritas dan keteladanan.”

                         

5. Implikasi praktis bagi pemimpin

Dari teori dan contoh di atas, beberapa pelajaran praktis untuk pemimpin yang ingin menyampaikan visi secara persuasif dengan personal touch:

1. Mulai dari kejelasan visi diri sendiri

Jangan mengkomunikasikan visi yang Anda sendiri belum yakini. Jelaskan mengapa visi itu penting bagi Anda secara pribadi.

2. Terjemahkan visi ke bahasa yang relevan bagi tim

Jawab: “Apa artinya visi ini untuk pekerjaan harian mereka? Apa manfaatnya bagi karier, keluarga, dan kebanggaan mereka?”

3. Gunakan cerita, bukan hanya slide

Cerita pribadi, kisah pelanggan, atau pengalaman tim sering jauh lebih mengena daripada angka dan bullet point saja.

4. Bangun hubungan sebelum meminta komitmen besar

Luangkan waktu untuk 1-on-1, dengarkan kekhawatiran, berikan umpan balik yang jujur, dan tunjukkan bahwa Anda peduli pada orangnya, bukan hanya targetnya.

5. Rayakan kemajuan dan hargai orang secara spesifik

“Terima kasih ya, ide kamu soal X kemarin benar-benar membantu kita mendekat ke visi Y.” Kalimat sederhana seperti ini memperkuat rasa memiliki.

Singkatnya: pemimpin yang berhasil menggerakkan komitmen tim bukan hanya yang punya visi besar, tetapi yang mampu menghidupkan visi itu dalam hubungan sehari-hari. Visi memberi arah; personal touch membuat orang mau berjalan bersama sampai tujuan.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Leadership : Personal Touch Style

Pemimpin Bisnis Dengan Personal Touch Tokoh pemimpin bisnis di Indonesia yang sangat dikenal dengan pendekatan Personal Touch-nya adalah ex ...