JAKARTA - Harga emas di perdagangan Asia melonjak pada Senin (5/1) setelah operasi militer Amerika Serikat di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro.
Mengutip investing.com, emas spot tercatat naik 1% ke level US$4.374,92 per ons pada pukul 18.59 ET (00.59 GMT), sedangkan kontrak berjangka emas AS untuk preiode Maret menguat 0,8% ke US$4.381,10 per ons.
Aksi borong aset safe haven ini dipicu oleh pejabat AS yang mengonfirmasi bahwa Maduro ditahan dalam penggerebekan di Caracas pekan lalu (3/1), dan diterbangkan ke Amerika Serikat untuk menghadapi sejumlah dakwaan pidana.
Presiden Donald Trump menyebut penangkapan Maduro sebagai “langkah tegas” melawan yang ia sebut "rezim kriminal," seraya menegaskan AS akan memastikan “transisi yang aman dan tertib” di Venezuela.
Operasi tersebut merupakan intervensi AS paling signifikan di Venezuela dalam beberapa dekade terakhir.
Hal ini memicu kecaman dari sejumlah negara, sementara para pelaku pasar mulai menimbang dampak gejolak ini terhadap stabilitas kawasan serta pasar energi.
Venezuela sendiri memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, namun produksinya tertekan sanksi berkepanjangan dan minimnya investasi.
Dengan demikian, langkah AS ini menambah ketidakpastian terhadap pasokan minyak mentah Venezuela dalam jangka pendek.
Di sisi lain, bagi komoditas emas, eskalasi geopolitik ini memperkuat sentimen positif yang sudah ada.
Lonjakan harga logam mulia ini didukung ekspektasi pemangkasan suku bunga AS tahun ini, pembelian berkelanjutan oleh bank sentral, serta kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global.
Tak hanya itu, di pasar logam mulia lainnya, harga perak melonjak 2,4% ke US$74,32 per ons, sedangkan kontrak berjangka platinum naik 3,1% ke level US$2.209,60 per ons. (DK/ZH)
sumber : idnfinancial.com

Komentar
Posting Komentar