Mengapa emas tidak naik disaat perang timur Tengah ? padahal sudah menjadi aksioma kalau geopolitik menjadi faktor yang sangat berpengaruh pada harga emas.
Disaat awal perang (28/02), emas langsung naik dari $5,296 ke $5,423 per troy ounce pada tgl. 03/03, tapi kemudian terus turun hingga sampai $5,175, padahal secara tradisional emas merupakan safe haven bagi asset. Kejadian ini beda dengan perang 12 hari sebelumnya.
Mengapa ini terjadi ? dari pendapat para ahli jawabannya adalah :
Penutupan selat Hormuz dan perang yang tidak bisa diprediksi kapan berakhir (trump 100 hari, kalau Iran 6 bulan) . Kondisi ini bisa menimbulkan inflasi yang panjang, karena yang namanya kenaikan harga BBM pasti akan mendorong semua harga ikut naik. Ancaman kenaikan inflasi ini menyebabkan bank sentral menaikkan tingkat suku bunga, supaya uang yang beredar tertarik masuk ke sistem keuangan.
Kenaikan suku bunga bank sentral juga menyebabkan kenaikan yield surat berharga, akibatnya investor menjadi lebih tertarik untuk menyimpan dollar dan membeli surat berharga. Kondisi ini menyebabkan emas menjadi loyo, tidak lagi mengalami kenaikan epic seperti beberapa bulan sebelumnya. Ini pendapat dari Ross Norman, CEO of precious metals.
Pendapat lain, perang ini menimbulkan kepanikan dan meningkatnya kebutuhan Cash - sehingga para investor mulai melepas emasnya, siraman emas ini menyebabkan harga jatuh. Meskipun kondisi ini sifatnya akan temporer, ada saatnya investor akan kembali memegang emas. Ini pendapat Amer Halawi, head of research di Al Ramz.
Tapi berita baiknya bagi investor emas, diprediksikan pada akhir tahun emas akan melewati harga $ 6000/troy ounce.

Komentar
Posting Komentar