Jumat, 08 Agustus 2014

Data Permintaan Emas Dunia




Data Permintaan Emas triwulan 2 tahun 2013 adalah sbb. :
Negara dengan permintaan emas perhiasan terbesar menurut wilayah :
- China sebesar 184.8 ton
- India sebesar 159.5 ton
- Timur Tengah 48.4 ton
- Amerika Serikat 18.8 ton
- Eropa 5.6 ton










Negara dengan permintaan emas investasi terbesar pada tw.2 tahun 2013 menurut wilayah :
- China sebesar 184.8 ton
- India sebesar 159.5 ton
- Timur Tengah 48.4 ton
- Amerika Serikat 18.8 ton
- Eropa 5.6 ton





Sabtu, 02 Agustus 2014

Faktor Penyebab Turunnya Harga emas Juli 2013

  • Kondisi eksternal yang menyebabkan turunnya harga emas pada bulan Juli 2013 adalah sbb. :

  1. Penurunan hara emas tersebut diiringi dengan peningkatan harga US$ dan peningkatan keuntungan pada surat surat berharga.
  2. Kejadian penting lainnya yang menjadi perhatian analis adalah kudeta oleh militer  di Mesir terhadap pemerintahan Ikhwanul Muslimin, yang dapat  mempengaruhi harga minyak karena faktor keamanan distribusi minyak yang melalui terusan Suez. Dampak krisis Mesir telah mendorong harga minyak di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman bulan Agustus yang  diperdagangkan dengan harga   $103.25 per barrel , merupakan harga yang tertinggi untuk periode satu tahun terakhir. 
  3. Masih berlanjutnya kebijakan quantitative easing dari pemerintah AS dan masih tingginya keuntungan (yield) dari surat berharga di AS akan tetap menahan kenaikan harga emas (Bearish).
  4.  kemungkinan emas akan naik adalah kenaikan terus menerus (rally)  harga US$ akan sampai pada titik akhir dan hal tersebut akan memberi dorongan bagi kenaikan harga emas (Bullish).
  5. HSBC looks for China’s gold imports to remain “elevated” in the near term. The bank cites data from the Hong Kong Census and Statistics Department showing China’s gold imports from Hong Kong increased to 127 metric tons in May from 76 in the same month last year



Simulasi Kredit Pegadaian KCA



Jumat, 01 Agustus 2014

Sejarah singkat Pegadaian di Pekanbaru

SEJARAH SINGKAT PEGADAIAN DI INDONESIA
Syahrul Rusli

Sejarah Pegadaian dimulai pada abad XVIII ketika Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) suatu maskapai perdagangan dari Belanda, datang ke Indonesia dengan tujuan berdagang. Dalam rangka memperlancar kegiatan perekonomiannya VOC mendirikan Bank van Leening yaitu lembaga kredit yang memberikan kredit dengan system gadai. Bank Van Leening didirikan pertama di Batavia pada tanggal 20 agustus 1746 berdasarkan keputusan Gubernur Jenderal Van Imhoff.

Pada tahun 1800 setelah VOC dibubarkan, Indonesia berada dibawah kekuasaan pemerintah Belanda. Pemerintah Belanda melalui Gubernur Jenderal Daendels mengeluarkan peraturan yang merinci jenis barang yang dapat digadaikan seperti emas, perak, kain dan sebagian perabot rumah tangga yang dapat disimpan dalam waktu yang relative singkat.

Ketika Inggris mengambil alih kekuasaan di Indonesia dari tangan Belanda (1811 – 1816), gubernur Jenderal Thomas Stamford Rafless (1811) memutuskan untuk membubarkan Bank van Leening dan mengeluarkan peraturan yang menyatakan bahwa setiap orang boleh mendirikan usaha pegadaian dengan ijin (licentie) dari pemerintah daerah setempat. Dari penjualan lisensi ini pemerintah memperoleh tambahan pendapatan.

Ketika Belanda kembali berkuasa di Indonesia (1816), berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh lembaga penelitian yang dipimpin oleh de Wolf van Westerrode pada tahun 1990 dengan Staatsblad No.131 tanggal 12 maret 1901 Pemerintah Belanda memutuskan bahwa pendirian Pegadaian merupakan monopoli dan karena itu hanya bisa dijalankan oleh Pemerintah.


Kembalinya Pegadaian

Kembalinya Pegadaian di Galang dan Dolok Masihol

Kecamatan Galang berjarak sekitar 1,5 jam perjalanan dari Medan, Sebelum kita masuk ke perkampungan di kecamatan Galang ini maka kita akan melewati areal kebun PTPN yang sangat luas yang merupakan warisan pemerintah Kolonial dan saat ini komoditas utamanya Karet dan sawit.  Setelah melewati areal perkebunan ini barulah ditemukan perkampungan penduduk yang cukup ramai dan di daerah ini   bangunan-bangunan tua masa kolonial yang masih dipakai meskipun tidak terawat, daerah Galang ini sepertinya dulu daerah yang berkembang karena sudah ada bangunan-bangunan toko beton yang mengingatkan saya dengan   kota tua di Jakarta atau jalan Braga di Bandung .

Penduduk kecamatan Galang ini  mayoritas  keturunan dari Jawa, mereka   penduduk Jawa yang dulu dibawa oleh perusahan perkebunan Belanda untuk membuka kebun Karet di tanah Deli, sekarang mereka sudah menjadi komunitas besar di Sumatera Utara   dan keturunan dari imigran ini Gatot Pudjo Nugroho menjadi   Gubernur Sumatera Utara.

Pegadaian pernah berada di daerah ini, namun sejak tahun 80-an pada saat usaha Pegadaian tidak berkembang dan mengalami kesulitan finansial seluruh asset dalam bentuk tanah sehingga berhenti beroperasi, pada saat ini   oleh pemilik barunya sudah dibangun ruko yang berjumlah 7 unit.






Sekitar satu jam dari Galang terdapat daerah Dolok Masihol yang memiliki suasana mirip dengan daerah Galang, sepanjang rute menuju Dolok masihol kita juga akan melewati perkebunan sawit dan perkebunan karet,  penduduk dolok masihol juga  banyak yang keturunan dari Jawa Timur dan Bangunan tua ex kolonial pun masih banyak tersisa.

Di Dolok Masihol juga terdapat bangunan milik Pegadaian yang  pada saat ini sudah dipakai sebagai kantor salah satu dinas pemerintah,    disebelah bangunan yang dijadikan sebagai kantor dinas  masih terlihat bangunan  rumah tua yang meskipun sudah tidak terawat namun masih  dihuni oleh penduduk setempat, dilihat dari bentuk bangunannya terlihat bahwa rumah tersebut adalah rumah untuk pemimpin cabang. Meskipun sudah dikuasai oleh pemerintah lokal namun penduduk lokal masih mengenalnya sebagai bekas kantor Pegadaian, atau menurut bahasa lokalnya disebut kantor pajak gadai.






Seiring dengan perkembangan bisnis Pegadaian yang berkembang pesat sejak pembukaan unit unit di berbagai lokasi maka Pegadaian mulai kembali beroperasi di daerah galang dengan menyewa ruko untuk dijadikan unit operasional dan mengembalikan penguasaan atas gedung Pegadaian di Dolok Masihol.