Kamis, 19 Agustus 2021

Harley Davidson

Harley Davidson -Tantangan adalah Peluang


Setelah era perang dunia II selesai, sepeda motor Harley Davidson menjadi produsen sepeda motor tanpa lawan di pasar Amerika. Sampai kemudian di tahun 1960-an, Big Four Jepang yang terdiri dari Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki yang bangkit dari kehancuran perang dunia mulai melakukan ekspansi ke Amerika. 

Honda menjadi pelopor sepeda motor Jepang yang masuk ke Amerika Serikat. Tahun 1959 Honda mulai masuk pasar Amerika dengan membawa paket sepeda motor produksinya dengan kapasitas mesin mulai dari 50 cc sampai dengan 350 cc. 

Jepang membawa sepeda motor dengan harga yang jauh lebih murah dan  konsumsi bahan bakar yang jauh lebih irit dibandingkan produk HD. Di tahun 1970-an Big Four dari Jepang berhasil menguasai 85% dari pasar sepeda motor di Amerika Serikat menggeser posisi HD.

Kehilangan pelanggan setianya menyebabkan HD mengalami krisis dan nyaris bangkrut. disaat kritis inilah  di tahun 1981Vaughn Beals membeli HD. Beals melihat peluang untuk menyelamatkan HD, karena Beals yang merupakan executive berpengalaman di HD sangat memahami positioning bagi konsumen motor besar ini.  

Bagi Beals kesalahan HD adalah karena usahanya untuk bersaing dengan sepeda motor Jepang menyebabkan HD kehilangan personality-nya sehingga ditinggalkan oleh pelanggannya. Beals melakukan repositioning terhadap brand HD, Beals mengembalikan brand personality HD sebagai produsen sepeda motor besar dengan kualitas premium, inilah konsumen yang menjadi target market dari produk HD.

Brand HD dipasarkan sebagai lifestyle, bukan sebagai alat transportasi. HD mensponsori komunitas penggemar yang disebut dengan Harley Owners Group (HOG). Komunitas ini mendukung lifestyle bikers HD, seperti melaksanakan kegiatan bikers rally dan aktifitas charity. Anggota HOG diberikan berbagai augmented product untuk mempertahankan loyalitasnya.

HD kemudian mampu bangkit dengan menciptakan segmen pelanggan setianya. Deru khas knalpot HD menjadi life style dan membangun kelompok konsumen yang tidak hanya loyal, tetapi menjadi promotor dengan word of mouth marketing (womm) di  komunitasnya. 

dikutip dari buku #Tantangan adalah Peluang



Minggu, 15 Agustus 2021

Akhir dari kisah Giant

Giant

Giant pertama kali berdiri pada tahun 2002, didirikan oleh group Hero Supermarket. Konsep Hero adalah menjadikan Giant sebagai Hypermarket atau segmen grosir sementara Hero sendiri fokus berada di segmen retail. 

Pada tahun berdirinya ini masyarakat berbelanja ke supermarket adalah sebagai self actualization, dengan pergi ke Hero atau Giant maka shopper “improve the quality of their life”. Berbelanja ke retailer dan hypermarket meningkatkan spiritual enrichment, emotional satisfaction dan menjadi bagian dari interaksi social. 

Tidak heran pada tahun tahun sebelum belanja online mencapai critical mass atau berhasil meloncat ke Main Market, Matahari, Pasaraya Sarina dan Ramayana mengalami masa jayanya. Berbelanja ke toko mereka ini serasa piknik bersama keluarga, pulang belanja dengan bangga menenteng tas dengan logo toko retail yang dikunjungi.

Kemudian dalam beberapa tahun belakangan ini hadirlah yang namanya consumer megashift.  segmen milenial, generasi yang sudah digital native pindah ke belanja online dengan menggunakan aplikasi Bukalapak, Tokopedia dan Shopee. 

Kemudian timbul tsunami pandemic covid 19 yang menimbulkan less-crowd dan less contact behaviour . Pandemic disruption ini benar benar mengakhiri era jayanya belanja offline di Matahari, Ramayana dan Giant.  Definisi quality of life berbeda antara milenial dengan Gen X, emotional satisfaction berganti dengan tuts diujung jari.

And then, Giant is sleeping till the end…










Taliban Spirit

Taliban Spirit

Pada tanggal 7 Oktober 2001 setelah serangan 9/11 ke World Trade Center dan Pentagon menggunakan pesawat yang dibajak, George W. Bush presiden Amerika disaat itu memerintahkan militer Amerika menyerang Afghanistan yang melindungi Al Qaeda. 

Bomber B 52 memulai pemboman di pegunungan dengan menggunakan bom yang digelari Mother of All Bomb, kekuatannya bisa meruntuhkan gunung tempat Taliban yang bersenjatakan AK 47 tua dan RPG bersembunyi, tentu saja  diatas kertas hanya dalam hitungan hari habislah Taliban ini sampai ke akar akarnya.

Pada bulan Desember 2001 pemimpin Taliban Mulah Omar mundur dan melanjutkan perang gerilya dari pegunungan, pemerintahan baru Afghan yang didukung Amerika mulai berkuasa di Kabul. Selesaikah cerita Taliban ini ? ternyata tidak, mullah Omar ini ternyata punya nyali seperti Ho Chi Minh dan Vo nguyen Giap di Vietnam.

Pada tahun 2021 sekitar 20 tahun dari kedatangan pasukannya, Presiden Joe Biden memerintahkan pasukan Amerika keluar dari perang yang sudah berlangsung selama 20 tahun melawan Taliban tadi dan tidak juga menang meskipun gunungnya sudah rata dibom.  

Hanya dalam kurun satu bulan sejak Amerika meninggalkan pangkalan militernya dengan ratusan mobil didalamnya, Taliban kembali merebut sebagian besar kota utama di Afghan. 

Pasukan pemerintah Afghanistan yang dilatih dan dilengkapi Humvee dan Apache militer Amerika,  digadang gadang dapat melawan Taliban ternyata menjadi ayam sayur berhadapan dengan pasukan Taliban yang hanya menenteng AK 47 tua itu.

Pasukan Afghan seperti tidak mendapat simpati dan dukungan karena dibentuk oleh pasukan yang dianggap aggressor dan mereka bekerja hanya untuk mencari makan. Taliban berperang karena keyakinan berjuang untuk kebebasan negaranya, sehingga melahirkan adrenalin anti takut yang luar biasa hebatnya.

Pasukan Amerika pun sudah ogah ikut perang lagi, kalau di film serial Netflix medal of Honor, prajurit Amerika akan bilang “ what the Hell I am doing here, I’am not belong here.. what the F*ck war” . 

Seperti kisah David vs Goliath, David tahu kalau dia bertarung menggunakan pedang melawan Goliath yang juga menggunakan pedang, dia jelas akan kalah. David mencari akal untuk bisa bertarung dengan raksasa ini. David menggunakan ketapel dan akhirnya menang. Taliban sepertinya bisa declare kalau we won the war melawan militer super hebat ini dengan memakai AK47.