Minggu, 31 Mei 2015

Solusi ala Landak

Apakah anda rubah atau landak ?

Dalam salah satu kisah Yunani Kuno, perilaku manusia dapat dibagi atas tipe rubah atau landak, rubah tahu banyak hal, tapi landak mengetahui satu hal besar. Rubah adalah makhluk cerdas yang mampu menyusun berbagai strategi kompleks untuk serangan mendadak terhadap landak. Sepanjang hari, rubah akan mengitari sarang landak dan menunggu momen sempurna untuk menyerang. Cepat, tangkas, berkaki banyak dan kreatif . rubah kelihatannya pasti menang. Di sisi lain, landak adalah makhluk yang lebih serampangan, jalan bergoyang goyang, menjalani hari yang sederhana, mencari makan siang dan merawat sangkarnya.

Rubah menanti dalam kesunyian di persimpangan jalan. Landak mengurusi urusannya sendiri, berjalan siap menerkam sang landak, aha … kena kau sekarang pikir sang rubah, dia melayang menerjang ke arah sang landak, namun sang landak kecil segera menggulung diri menjadi bulatan yang mengeluarkan duri ke segalah arah, sang rubah yang menerjang korbannya segera membatalkan serangannya dan lari mundur ke hutan…

Makna dari fable ini adalah kesederhanaan dalam bertindak atau menyederhanakan kompleksitas masalah menjadi satu tindakan yang cerdas dan tepat akan sangat membantu kita untuk berhasil dalam mencari solusi…


(kutipan dari buku good to great)





Dampak penurunan harga emas terhadap Pegadaian.



PERIODE PENURUNAN HARGA EMAS


Pada akhir tahun 2013, terjadi penurunan harga emas yang  sangat drastis dimana sebelumnya harga emas pada awal tahun berkisar sekitar US$ 1700/ troy onz , secara konstan terus mengalami penurunan hingga mencapai sekitar US$ 1100 / troy onz, penurunan harga emas pada periode tersebut  mencapai sekitar 30%




Penurunan ini menurut berbagai analisa terutama disebabkan oleh kebijakan quantitative easing yang dilakukan oleh pemerintah AS, kebijakan QE ini pada dasarnya upaya dari pemerintah AS menggerakan ekonominya dengan pencetakan uang ke pasar, sehingga pemerintah AS dengan belanja pemerintahnya mampu menggerakan berbagai sektor ekonomi AS, dengan membaiknya sektor riel maka akan membuka banyak lapangan kerja menggerakan pasar modal dan menguatnya mata uang U$.


Dengan membaiknya indikator ekonomi AS maka uang yang beredar tertarik ke berbagai instrument keuangan di AS sebagai akibatnya emas sebagai alternative investasi yang selama ini dianggap paling aman dan memberikan keuntungan bagi investor secara perlahan ditinggalkan, terutama oleh para spekulan yang lebih tertarik menyimpan assetnya dalam mata uang U$ dan berbagai instrument keuangan di AS, sebagai akibatnya harga emas mengalami kemerosotoan sekitar 30%, penurunan nilai ema yang tidak pernah terjadi sejak berakhirnya perang Arab – Israel dan krisis revolusi Iran, atau sudah berlalu dalam beberapa decade.

Sejak AS memutuskan untuk keluar dari perjanjian Bretton woods dimana nilai mata uang seharusnya dikaitkan dengan nilai persediaan emas yang dimiliki oleh suatu Negara karena kebutuhan AS terus mencetak uang untuk membiayai perangnya di Vietnam maka sebagai super power ekonomi dunia dimana ketergantungan dunia pada AS sangat besar maka hampir seluruh mata uang menjadi terkait dengan mata uang U$ dan ekonomi dunia menjadi sangat tergantung dengan kondisi ekonomi AS.

Lantas apa hubungan merosotnya harga emas  dengan Pegadaian ?  akibatnya adalah sejak awal tahun 2014 pegadaian mengalami penurunan nilai uang pinjam yang disalurkan atau nilai outstanding loannya (OSL), kondisi ini semakin diperberat dengan tingginya nilai barang jaminan emas yang tidak ditebus oleh nasabah.


Pegadaian menyalurkan kredit sampai pertengan tahun 2013 mencapai angka sekitar 21 triliun dan 97 % dari kredit yang disalurkan tersebut memiliki underlying emas sehingga penurunan harga emas sebesar 30% tersebut jika diambil perhitungan garis lurus akan menyebabkan turunya nilai taksiran barang jamina emas sebesar 30%.

Untuk memudahkan ilustrasi atas permasalahan ini dapat dilihat dari ilustrasi dibawah ini.
·      Misal, harga emas dunia pada hari ini sebesar US$ 1,200.- / troy onz dan kurs rupiah adalah Rp. 13000 / US$, maka harga emas di Indonesia adalah : (1,200 : 31,1 ) x Rp.13000 = Rp. 501,000.- / gram. Maka Pegadaian akan menetapkan harga standar untuk penetapan taksirannya sekitar 95% dari harga emas tersebut, berarti sekitar Rp. 485,000.- / gram.

·      Jika ada calon nasabah yang membawa emas sebesar 10 gram maka nilai taksiran atas barang jaminan  nasabah tersebut adalah 10 gram x Rp. 485,000.- = atau 4,850,000.- pengertian nilai taksiran ini adalah harga yang ditetapkan oleh Pegadaian untuk barang jaminan milik nasabah dan untuk besarnya uang pinjaman yang akan didapatkan oleh nasabah adalah 92% dari nilai taksiran barang jaminan atau 92% x 485,000.- = Rp. 446,000.- (pembulatan ribuan).

Adanya spread antara harga pasar dengan nilai taksiran adalah sebagai mitigasi risiko atas potensi terjadinya fluktuasi harga emas

Dengan ilustrasi tersebut dapat diperkirakan jika harga emas merosot sebesar 30% menjadi  US$ 840 per troy ounce maka nilai taksiran akan merosot sebesar 30 % dan uang pinjaman akan merosot minimal sebesar 30%, karena sekitar 10% dari nasabah Pegadaian mengambil uang pinjaman tidak sebesar nilai maksimum dari uang pinjaman yang bisa diambil