Jumat, 23 Februari 2018

Permintaan Emas Dunia





 Sumber : World Gold Council report 2018, tanpa ETF .

 
Permintaan Emas (Demand)

Pada periode tahun 2014 sampai dengan 2017 permintaan emas dunia mencapai 15,979.2 Ton, atau rata rata setiap tahun demand emas sebesar 5,270 Ton dengan tiga pengguna terbesarnya adalah untuk perhiasan yang mencapai 43.24% atau setara dengan 9,058.9 Ton, untuk investasi mencapai 4,605.9 Ton atau sebesar 21.85 %, dan untuk pembuatan emas batangan dan koin mencapai 4,168.6 atau setara 19.78 %.

Sementara itu permintaan emas untuk Bank Sentral menunjukkan grafik yang semakin turun sejak tahun 2014 hingga 2017, secara keseluruhan komposisi pembelian oleh bank sentral dari seluruh demand emas hanya hanya sebesar 9.06% atau setara 1,910.9 Ton emas.

Permintaan emas terkecil adalah untuk dipergunakan sebagai komponen industry, pembelian untuk digunakan dalam komponen industry dan gigi (dentist) hanya sebesar 1,335.7 Ton atau 6.34% dari total Demand, namun menunjukkan adanya peningkatan dalam konsumsinya di tahun 2017.


 
Pembelian emas untuk perhiasan setelah mengalami penurunan permintaan di tahun 2016 dibandingkan tahun 2015, pada tahun 2017 mengalami sedikit peningkatan permintaan  yaitu sebesar 4 %. Trend permintaan emas ini menjadi factor yang penting bagi bisnis gadai, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia, karena emas merupakan barang jaminan utama dalam bisnis gadai. 

 

Untuk Indonesia, khususnya di Pegadaian sebagai market leader dalam bisnis gadai di Indonesia, sekitar 97% dari uang pinjaman yang disalurkan menggunakan emas sebagai barang jaminannya (underlying), pergerakan harga dan peningkatan demand terhadap emas menjadi faktor yang penting.


Selasa, 20 Februari 2018

Perubahan Teknologi dan Barang Jaminan.


 


Jangan dikira apa yang terjadi di silicon valley tidak akan berpengaruh kepada Pegadaian, semakin cepat teknologi berubah juga berpengaruh kepada jenis barang jaminan dan nilai taksiran di bisnis gadai.

Perubahan teknologi yang datang secara cepat akan mempengaruhi nilai taksiran dan persyaratan penerimaan barang jaminan, apalagi dengan pesatnya perkembangan teknologi digital menyebabkan cepatnya perubahan teknologi pada produk yang berbasiskan digital seperti Smartphone dan laptop.

Salah satu bentuk perubahan teknologi yang cukup dramatis adalah kemunculan teknologi Personal Computer (PC) dan Laptop karena menghabisi masa jayanya mesin ketik yang sudah berusia ratusan tahun sebagai alat tulis yang sudah membantu menghasilkan jutaan orang menjadi sarjana, tidak hanya itu, kehadiran PC dan laptop juga mengakhiri masa masa mesin tik sebagai barang jaminan gadai.  

Mesin ketik pada masanya merupakan salah satu jenis barang yang banyak diterima sebagai barang jaminan, terutama untuk outlet Pegadaian yang berada di sekitar lingkungan kampus, namun dengan munculnya perubahan teknologi dari mesin tik ke penggunaan PC maka harga mesin tik menjadi turun dengan drastis.

Mahasiswa era awal 90-an mulai berubah dari menggunakan mesin tik yang tidak praktis mengetik, kalau salah harus menggunakan tip ex, berubah mulai menggunakan PC yang praktis, kalau salah tinggal delete,  rental PC tumbuh subur disekitar kampus dan harga PC pun semakin terjangkau oleh masyarakat.


Mesin tik termasuk salah satu asset berharga yang dimiliki mahasiswa dan mudah untuk digadaikan, akibat pergeseran teknologi ini mesin tik menjadi sangat turun nilainya di pasar secong hand dan juga sulit  untuk dijual di lelang. Pada akhirnya tidak lagi diterima sebagai barang jaminan.


Namun masa jaya teknologi PC pun berjalan singkat, dari munculnya PC tanpa merek atau sering disebut jangkrik, pada akhir tahun 90-an penggunaan PC di kalangan mahasiswa-pun sudah tidak lagi popular, sudah berganti menjadi laptop, namun laptop pun mengalami perubahan yang sangat cepat dari serial pentium 1 sampai 4 hingga kemudian menjadi intel core i.