Sabtu, 16 September 2017

Fintech di Industri Pinjam meminjam

Fintech

Pada saat sekarang akibat serba bisanya teknologi IT menyebabkan pola persaingan tidak bisa lagi dibaca secara horizontal, hal yang tadinya tidak terbayangkan menjadi hal yang mudah terjadi, perubahan bisa begitu cepatnya dan siapa yang menjadi pesaing pun bisa jadi mengarah ke teknologi IT. jika sebelumnya lembaga keuangan seperti Pegadaian mendefinisikan pesaingnya adalah gadai swasta dan Bank syariah seperti  Pusat gadai Indonesia dan BSM, maka dengan munculnya pesaing dalam bentuk fintech menyebabkan definis siapa pesaing harus sudah mulai ditambah dengan Fintech, keluarnya peraturan OJK mengenai izin pembukaan gadai swasta POJK no.31 dan POJK no.77 mengenai Izin bagi perusahaan berbasiskan fintech melaksanakan kegiatan pinjam meminjam akan membawa Pegadaian pada bentuk persaingan baru.

Perkembangan industri keuangan berbasiskan  bisnis pinjam meminjam uang seperti perbankan dan Pergadaian dipastikan akan sangat dipengaruhi dengan perkembangan platform berbasiskan Internet of Thing (IOT) ini. 

Pada saat ini jenis fintech yang potensial menjadi pesaing bagi industri keuangan pinjamn meminjamkan uang ini diantaranya adalah jenis sbb. :

1. Mobile Money.

Negara dengan tingkat literasi keuangan yang cukup rendah seperti Indonesia ini akan sangat cocok jika menggunakan Mobile Money ini, menurut data Bank Dunia 2012, masyarakat Indonesia yang memiliki rekening baru mencapai angka 19,5%, untuk ukuran Asia kita lebih baik dari kamboja dengan angka 3,6% dan dibawah Vietnam di angka 21%. Dari data OJK 2013, tingkat well literate masyarakat mengenai lembaga keuangan Perbankan mencapai 21,80% dan Pergadaian mencapai 17,84%. Berarti di Indonesia masih ada sekitar 80% yang tidak menggunakan rekening bank.

Dengan menggunakan mobile money atau disebut juga dengan mobile payment dan mobile wallet ini, masyarakat dapat menggunakan  ponsel untuk melakukan pembayaran berbagai produk atau layanan. teknologi fintech ini lebih cocok mengingat kepemilikan rekening Bank yang masih rendah di Indonesia.

Mobile wallet yang beroperasi di Indonesia diantaranya  adalah E-toll Pas, Flazz BCA, Telkomsel t-cash, Brizzi Card  BRI, Tapcash BNI, dompetku Indosat Ooredo, XL tunai dan Indomart card. ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk penerbit e-money meliputi  4 unsur yang harus dipenuhi, yaitu : 
  1. Diterbitkan atas dasar nilai uang yang disetor terlebih dahulu kepada penerbit;
  2. Nilai uang disimpan secara elektronik dalam suatu media server atau chip;
  3. Digunakan sebagai alat pembayaran kepada pedagang yang bukan merupakan penerbit uang elektronik tersebut; dan
  4. Nilai uang elektronik yang dikelola oleh penerbit bukan merupakan simpanan sebagaimana dimaksud dalam undang-undang yang mengatur mengenai perbankan.
Sampai dengan bulan September tahun 2016 jumlah transaksi menggunakan e-money sudah mencapai 476 juta dengan nilai transaksi yang mencapai Rp. 4,89 triliun. Selain itu, jumlah e-money yang telah beredar di masyarakat Indonesia sendiri sudah mencapai 352 juta. Pertumbuhan transaksi menggunakan e-money ini di Indonesia sangat besar, pada tahun 2014 volume transaksi penggunaan e-money di Indonesia 203 juta, mengalami kenaikan sebesar 47,48 persen dibanding tahun sebelumnya (2013),  pada tahun 2015 angkanya kembali naik yakni mencapai 535 juta transaksi atau naik sekitar 163,35% dari tahun sebelumnya. 




2. Peer to Peer Lending

peer to per lending ini merupakan platform untuk pemberian pinjaman kepada individu melalui layanan online, di Indonesia berdasarkan data dari OJK pada tahun 2017, hingga bulan Agustus sudah terdaftar sebanyak 22 perusahaan fintech, dengan nilai transaksi sebesar Rp. 1 triliun dan jumlah nasabah mencapai angka 200,000.- orang (detiknews.com).

Kelebihan dari model peer to peer ini adalah sistem operasi yang lebih efisien, dengan memanfaatkan jaringan online maka perusahaan peer to peer tidak memerlukan  kantor cabang dan tenaga sumber daya manusia (SDM) yang banyak, untuk perbankan dan lembaga pembiayaan   konvensional biaya tersebut bisa menjadi hampir separuh biaya operasionalnya. Perusahaan peer to peer lending ini bisa menawarkan bunga yang lebih rendah, namun menghasilkan laba yang lebih besar. Namun untuk Indonesia, berdasarkan keterangan direktur Pengaturan perizinan dan pengawasan Fintech Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tingkat suku bunga rata rata yang ditetapkan oleh perusahaan fintech di Indonesia berkisar antara 10  % - 20% per tahun, tidak lebih rendah namun cukup kompetitif dengan bunga perbankan.

Untuk negara dengan tingkat pengguna peer to peer lending terbesar pada saat ini adalah korea Selatan dan Tiongkok, pasar peminjaman uang P2P di Tiongkok mencapai US$ 940 juta pada tahun 2012 dan terus tumbuh setiap tahunnya.

Dengan semakin tingginya tingkat penetrasi pengguna internet maka potensi transaksi menggunakan platform peer to peer landing ini juga akan semakin besar pertumbuhannya dan menjadi ancaman bagi berbagai lembaga keuangan yang beroperasi secara konvensional, intinya kemudian jika tidak ingin tenggelam atau menjadi kuno, mengembangkan model layanan online juga sudah menjadi keharusan.

Jumat, 15 September 2017

Tabungan Emas TAMASIA



  TAMASIA
Tamasia ini merupakan pemain baru dalam bisnis pembiayaan emas di Indonesia, perusahaan ini mengembangkan bisnisnya di bidang penjualan emas secara tunai maupun melalui metode pembiayaan .


Produk yang Ditawarkan

Meskipun menggunakan nama tabungan emas namun pada saat ini Tamasia  belum memiliki produk Tabungan Emas sebagaimana yang produk Tabungan Emas Pegadaian, pada saat ini masih menjual emas dengan cara tunai atau cicilan.
Pembelian emas secara tunai dapat dilakukan secara cash di Tamasia dengan melakukan transfer seharga LM yang dibeli, namun emas baru dapat diambil atau dikirimkan satu bulan setelah tanggal pembelian.
Pembelian emas dengan cara cicilan, dapat dilakukan dengan tenor 3,6,10,12,18 dan 24 bulan.  Transaksi dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi tamasia.
Keuntungan yang didapatkan oleh Tamasia adalah dari margin harga emas dan biaya administrasi.

Perbedaan dari model bisnis yang ditawarkan oleh Tamasia adalah pada sistem keagenan, yaitu  :

Sistem Keagenan

Super Agen

Penjualan emas oleh Tamasia menggunakan Super Agen, pihak ketiga yang direkrut untuk menjual produk tamasia, pihak super agen diminta untuk rekrut reseller minimal sebanyak 100 agen dan melakukan pelatihan kepada reseller.
Super agen akan mendapatkan komisi dari setiap 10 orang yang direkrut menjadi reseller dan juga setiap emas yang dijual oleh Super agen maupun reseller dibawahnya.
Super agen yang dimiliki oleh Tamasia pada saat ini adalah paytren.

Reseller

Reseller merupakan perorangan yang direkrut oleh Super Agen untuk menjual emas ke lingkungan sekelilingnya, setiap penjualan maka reseller akan mendapatkan komisi. Untuk menjadi reseller diharuskan memiliki deposit sebagai jaminan.
Reseller juga akan mendapatkan komisi jika berhasil mengajak orang lain untuk menjadi agennya, atau disebut dengan program agent get agent.

Kamis, 14 September 2017

Strategi Attackingnya OPPO

Strategi Attacking nya OPPO

Samsung pasti tidak akan nyaman melihat kelakuan OPPO ini, satu tahun yang lalu saja mendengar HP ber merek oppo ini saya masih sangat under estimate, apalagi setelah tahu buatan Cina yang image nya murahan dan sering dijadikan candaan...
Tapi sekarang kita heran dan kagum dengan agresivitas HP oppo ini, plus saudara nya VIVO ini. Penetrasi pasar yang luar biasa, branding yang juga superrr sekali kalau meniru istilah nya om mario teguh yang gak ada khabar beritanya lagi ini..
Untuk penetrasi sepertinya oppo ini membuat peta jalan baru dalam bisnis HP, dulu SAMSUNG berjaya menghabisi NOKIA dan Blackberry, dengan menjual produknya di toko toko yang eksklusif di Mall atau trade centre besar, sekarang OPPO menjual produknya sampai ke warung di sekitar perumahan, yang dulu hanya menjual aksesoris HP sekarang juga jual HP oppo..





Branding nya ini juga superrr, entah berapa triliun budget iklannya, membayar raisa, isyana, agnes monica dan rio haryanto sebagai ambassadornya, hampir semua bandara menjadi bandara oppo, spiderman pun jadi bintangnya oppo.
Teknologi yang dijualnya pun "hanya selfie expert", tapi mungkin itu cocok dengan kebanyakan orang Indonesia yang suka exist di media sosial, data terakhir menunjukkan 77 % orang indonesia menggunakan smart phone untuk masuk ke medsos dan 81% orang Indonesia sudah punya facebook..jadi klop lah.
Hasil tidak akan membohongi usaha, sekarang oppo sudah membayangi Samsung, kalau samsung menguasai 26% penjualan Smartphone, Oppo sudah di posisi kedua dengan menguasai 19% penjualan hp smartphone Indonesia..
Jadi jangan pernah nyaman pada posisi market leader, akan ada penantang yang juga ingin mengambil alihnya, pesaing bisa jadi menemukan peta jalan baru masuk ke pelanggan dan merebutnya dari kita..

Bisnis Emas E-Commerce

 BUKAEMAS nya BUKALAPAK

Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat berinvestasi emas maka  jumlah pemain dalam bisnis emas pun bertambah. Beberapa e-commerce platform, seperti Lazada, blibli.com, dan Tokopedia pun
mulai merambah penjualan emas batangan.











Diantara e-commerce yang mulai serius membuka bisnis emas adalah BukaLapak,  Startup online marketplace di Indonesia yangmenerapkan model bisnis customer-to-customer (C2C/ Konsumen-ke-
Konsumen). Dari data Google Playstore aplikasi BukaLapak telah diunduhsebanyak lebih dari 10 juta kali dan mendapatkan rating 4.4 dari 405.559 penggunanya (data per 27 Juli 2017).

Medio Juni 2017 BukaLapak mulai masuk ke jual-beli emas dengan meluncurkan fitur baru yaitu BukaEmas,  layanan ini membantu penggunanya yang ingin mengalokasikan uangnya dalam bentuk emas. Penerimaan terhadap BukaEmas dapat dibilang cukup positif, hingga saat ini tercatat kurang lebih 110.000 pengguna BukaEmas dan diprediksi terus meningkat sepanjang tahun ini.

Secara umum, konsep yang ditawarkan mirip dengan Tabungan Emas milik Pegadaian, yaitu jual beli emas secara terjangkau. Fitur utama BukaEmas adalah beli emas, dengan cara memasukkan gram emas yang ingin dibeli (minimal 0,005 dengan kelipatan 0,001 gram), kemudian melakukan pembayaran dengan menggunakan saldo BukaDompet (user mentransfer sejumlah uang ke rek Buka Lapak untuk mengisi saldo BukaDompet. User juga dapat cetak emasnya atau jual kembali (buy back), hasil penjualan akan masuk ke buka dompet.

Komunikasi pemasaran buka emas menawarkan fitur produk pembelian dan jual kembali emas yang lebih kecil dari Tabungan Emas serta bebas biaya administrasi.

TARGET MARKET

BukaEmas melakukan komunikasi dengan memposisikan user-nya sebagai investor yang cukup ‘canggih’ dan memiliki pemahaman yang dalam tentang investasi. BukaEmas memberikan informasi harga emas terkini dan grafik pergerakan harga emas dalam bentuk Grafik candle chart, bentuk komunikasi yang biasa dipergunakan oleh investor aktif saham dan komoditi.

Pegadaian lebih fokus pada pengenalan investasi emas dan edukasi emas sebagai bagian dari perencanaan keuangan keluarga dan menyasar middle low, melakukan edukasi dalam bentuk literasi ke berbagai komunitas. Memberikan kemudahan bagi Nasabah untuk menabung dengan menggunakan e-channel (internet banking dan ATM) dan nasabah juga dapat melihat saldo Tabungan Emas dari aplikasi Sahabat Pegadaian .

Pegadaian Solving Problem Without any Problem