Sabtu, 30 April 2022

Persaingan di Low MPV

Kompetisi di industri mobil sepertinya sangat keras, sehingga produsen mobil harus selalu mengeluarkan model baru hampir setiap tahunnya. Apalagi persaingan di level low MPV sekelas Avanza, Xenia dan Xpander. Pasar yang sangat besar di segmen penggunanya akan menarik banyak minat produsen untuk menawarkan produknya di pasar. 

Pada saat Xpander hadir dan berhasil menarik perhatian konsumen maka penjualan Avanza langsung tertekan. Xpander secara signifikan berhasil merebut konsumen di low MPV.  Sekarang setelah cukup sukses dengan Hyundai Creta, produsen mobil Korea Selatan ini segera mengeluarkan Hyundai Stargazer untuk merebut pasar dari Avanza dan Xpander.

Michael Porter dalam teori five competitive forces model menyampaikan jika suatu produk memiliki customer switching cost rendah maka customer akan mudah berpindah ke New entrants. Kondisi ini secara efektif berhasil diterapkan oleh Hyundai dan juga Wuling, produsen ini sukses menekan customer switching cost dari brand Jepang dengan membuat jaringan dealer dan service di berbagai daerah.

Berpindah dari satu brand ke brand lainnya bagi konsumen sekarang ini tidak jauh berbeda dengan berpindah dari satu brand air mineral ke kemasan air mineral lainnya. Selain memanfaatkan adanya keinginan dari customer untuk mencoba journey yang baru,  Hyundai secara aktifitas berpromosi melalui BTS-nya mempengaruhi penggemar K-pop dan drakor, selebihnya loyalitas lebih bergantung pada fitur, harga dan service lainnya yang ditawarkan.




Jumat, 29 April 2022

membuka bisnis gadai

Dengan dibukanya izin pendirian gadai swasta maka terbuka peluang untuk mendirikan bisnis gadai. Apa saja bisnis yang dapat dijalankan kalau kita membangun bisnis gadai ? pada dasarnya bisnis utamanya (core business) adalah memberikan pinjaman kepada nasabah berdasarkan hukum gadai dan fidusia. 

Disamping bisnis utamanya, kita juga bisa memanfaatkan bisnis gadai dengan berbagai layanan tambahan (Auxilliary Services) supaya lebih menarik.  Layanan tambahan ini disamping memberikan sumber pendapatan, juga bisa untuk mendatangkan customer baru. 

Produk Utama yang merupakan core business dari bisnis gadai adalah :

1). Produk Gadai

1. Pemberian uang pinjaman dengan barang jaminan yang menjadi agunan, meliputi perhiasan emas, berlian, logam mulia (emas batangan), kendaraan bermotor, barang elektronik, kain dan alat rumah tangga. 

2. Penyaluran uang pinjaman dengan hukum gadai  dapat menggunakan skema gadai konvensional atau Syariah; 


2). Produk Fidusia

Pemberian uang pinjaman untuk pengembangan usaha dengan skema penjaminan secara fidusia, dengan jaminan berupa BPKB kendaraan bermotor (mobil dan sepeda motor), alat produksi atau persediaan. Penyaluran uang dengan skema fidusia dapat dilakukan dengan skema konvensional atau syariah; 

Pendapatan terbesar (primary source income) dari bisnis gadai ini akan berasal dari Pendapatan bunga (interest) yang diperoleh dari uang pinjaman (loan) yang disalurkan kepada nasabah. 


Layanan Tambahan (Auxiliary Service)  


1). Jasa Titipan Barang Berharga.  

Pemberian layanan kepada masyarakat yang ingin menitipkan barang atau surat berharga yang dimilikinya, dengan keamanan terjamin.untuk mendukung bisnis jasa titipan barang berharga perusahaan wajib memiliki brankas atau strong room yang dapat dimanfaatkan untuk tempat penyimpanan.

Potensi pasar dari jasa titipan ini antara lain adalah perhiasan emas atau dokumen berharga milik nasabah yang tidak merasa aman menyimpannya di rumah, atau mahasiswa yang akan mudik di hari lebaran dan tidak merasa aman meninggalkan sepeda motor atau laptopnya di kamar kost.

2). Jasa Taksiran

Pelayanan yang diberikan kepada masyarakat yang ingin mengetahui karatase, kualitas, serta taksiran harga perhiasan, emas, batu adi dan berlian, baik untuk keperluan pribadi maupun bisnis.

Potensi pasarnya antara lain masyarakat umum yang ingin mengetahui karatase perhiasan emas yang didapatkan dari warisan, masyarakat yang ingin memastikan nilai perhiasan yang dimilikinya atau ingin mendapatkan sertifikat atas keaslian batu adi yang dimilikinya. 

3). Usaha Lain 

Kegiatan lain yang mendapat persetujuan OJK, antara lain adalah kegiatan usaha yang memberikan pendapatan berdasarkan komisi (fee based income). Produk fee based ini dapat berupa jasa pembayaran multy payment point online (MPO), jasa pengiriman uang (remittance), penjualan asuransi mikro dsb.

Produk produk ini sangat populer di masyarakat, payment point ini dapat dipakai untuk pembayaran angsuran kredit sepeda motor, pembelian token listrik dan top up voucher taxi online.

Untuk bisnis pengiriman uang (remittance) sangat diminati di daerah dimana banyak anggota keluarganya yang menjadi pekerja migran di Hongkong atau di negara Arab. Perusahaan dapat bekerjasama dengan western union dalam bisnis remittance ini.

Asuransi mikro merupakan produk yang sangat diminati di bisnis gadai Filipina, karena nilainya yang kecil dan bermanfaat bagi masyarakat. Seperti asuransi mikro untuk bahaya kebakaran, asuransi perjalanan dan asuransi Kesehatan.

Di Indonesia sebelum mengeluarkan produk jarus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari OJK. Namun sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di bidang jasa keuangan di Indonesia, produk tersebut dapat dijalankan. 

Untuk bisnis gadai di negara Singapura, Australia di berbagai negara Eropa dan Amerika, salah satu bisnis yang menjadi second source income mereka adalah bisnis jual beli barang second hand. Outlet gadai juga dikenal sebagai tempat penjualan atau trade off  untuk barang second hand, seperti perhiasan emas, tas branded, peralatan elektronik (TV, Play Station, Camera, dll.) atau barang yang tergolong memorabilia.

Layanan tambahan ini merupakan primary second source of income dari perusahaan Pergadaian .







Minggu, 24 April 2022

Segmentasi Pengguna Jasa Gadai

Pengguna Jasa Gadai

Pengguna jasa gadai dapat dilihat dengan membaginya dalam beberapa segmentasi, yaitu pengelompokkan secara demografi, geografi, psikografi dan behavioral. Segmentasi yang didapatkan adalah sebagai berikut :

Demografi :

  1. Kelompok masyarakat  pengguna terbesar jasa gadai adalah ibu rumah tangga, dimana pada umumnya suami menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. 
  2. Pada usia produktif, rumah tangga yang relatif muda dan kondisi dimana anak anak sedang sekolah atau kuliah.  
  3. Sebagai karyawan swasta atau memiliki usaha dengan skala UMKM.

Geografi :

  1. Segmen Pengguna terbesar dari jasa gadai jika dilihat dari tempat tinggalnya (geografi) adalah keluarga yang tinggal di daerah pemukiman kelas menengah bawah (Strata ekonomi dan sosial kelas B dan C). 
  2. Tinggal di daerah yang kegiatan ekonomi utamanya adalah perdagangan atau jasa.

Psikografi :

  1. Konsumen  yang memiliki gaya hidup terkait erat dengan emas. Seperti etnis yang secara tradisional merupakan penabung emas,  atau biasa menggunakan perhiasan emas sebagai simbol status.
  2. Konsumen yang membutuhkan bridging loan, misalnya karena hal sbb. :

  • Konsumen yang aktifitas ekonominya sering mengalami unmatch antara pendapatan dengan biaya ;
  • Ada anggota keluarga yang perlu dirawat karena sakit, biaya yang besar untuk membayar uang pembangunan disaat anak masuk kuliah  sehingga membutuhkan dana ekstra ; 
  • Petani yang pada musim tanam untuk pembelian bibit dan biaya pengolahan lahan dan lain sebagainya yang semuanya membutuhkan dana talangan agar tidak terjerat dengan rentenir atau ijon. 

Behavioral :

  1. Mayoritas nasabah pengguna jasa gadai adalah masyarakat yang berperilaku informal.  Lebih suka dilayani secara akrab dan tidak memerlukan formalitas.
  2. Menginginkan proses peminjaman yang sederhana, mudah dan cepat.




Segmentasi ini menjadi faktor penting dalam men-design program pemasaran yang sesuai untuk bisnis gadai. 

Dengan menetapkan segmen yang tepat maka satu step dalam pemasaran dapat dilakukan yaitu mengetahui apa yang target konsumen butuhkan dan bagaimana cara untuk mendapatkan perhatiannya. 


Jumat, 22 April 2022

Integritas bagi Auditor

Berita penangkapan Auditor BPK oleh kejaksaan negeri Bekasi pada 29 Maret 2022 tentu menyedihkan dan merusak reputasi BPK sebagai Lembaga yang diamanahkan untuk mengamankan keuangan negara. Entah apa yang ada di pikiran kedua orang auditor BPK tersebut, apakah karena punya banyak isteri atau ingin membeli Harley Davidson. Pokok pangkal fraud ini biasanya tidak jauh dari pressure wanita dan harta ini.

Berita penangkapan pemeriksa dari Lembaga negara ini sudah beberapa kali terjadi, Jauh sebelumnya di tahun 2017, pemeriksa BPK juga ditangkap oleh KPK terkait dengan uang suap yang melibatkan pejabat dari kemendes PDTT. Demikian juga dengan pemeriksa di KPK yang juga pernah terjerat kasus penyuapan.

Kalau kita baca dari kasus terkait dengan oknum auditor ini, masalahnya terletak pada integritas. Padahal integritas ini adalah asset yang sangat berharga bagi seorang auditor. Ungkapan sapu kotor tidak akan dapat digunakan untuk membersihkan menjadi contoh yang pas untuk integritas.

Jack Bologne mengeluarkan teori GONE bahwa akar timbulnya fraud ini antara lain disebabkan karena faktor keserakahan (greedy). Sepertinya ini menjadi motif utama dalam tindakan fraud yang terjadi, karena tujuannya untuk mendapatkan keuntungan finansial. 

Merujuk pada teori hierarchy of needs Maslow, semua orang pasti ingin mendapatkan jabatan dan harta atau pengakuan (recognition). Keinginan untuk mencapai self esteem dari oknum pelaku fraud ini biasanya terlalu tinggi sehingga ingin dicapai dengan segala cara. 

Faktor lainnya adalah keterungkapannya (exposure) dan untuk hal ini diperlukan adanya internal auditor dan Whistle blowing system (WBS) yang efektif. Terutama untuk penanganan kasus yang berasal dari laporan. Data dari “integrity data.com” perusahaan yang spesialis dalam pengelolaan WBS menyebutkan kalau 43% dari terungkapnya kasus berasal dari adanya laporan atau petunjuk yang disampaikan, baik melalui media aplikasi atau media yang konvensional..





Minggu, 10 April 2022

Money Heist

Money Heist


Kalau baru baru ini kita membaca mengenai perampokan di bank BJB Jakarta maka pasti banyak yang terkejut dengan profil pelakunya. Bayangin pelaku rupanya karyawan yang gajinya Rp.60 juta-an, dan tragisnya lagi ditangkap oleh Satpam bank BJB yang barangkali gajinya hanya sebesar UMR. Berarti si pelaku gajinya lebih dari 10 kali abang Satpam, tapi kelakuannya bisa -100% dari si abang Satpam yang bekerja penuh tanggung jawab dan terhormat.

Koq bisa ya dengan gaji segitu malah merampok ? mengambil hutang bermiliar miliar ? untuk bisnis apaan sih ? percayalah Mr.B ini bukan satu satunya orang yang punya jalan hidup seperti ini. 

Di satu sisi masih ada bagusnya juga Mr.B tidak merampok kantornya sendiri, jadi perbuatannya sepenuhnya akan menjadi tanggung jawabnya. Sebagian karyawan malah merampok kantornya sendiri dengan melakukan korupsi dengan memanfaatkan jabatannya sama saja dengan merampok. Kalau sudah begini kelakuannya, tidak hanya pelaku yang akan jadi korban, rekan kerja tempat pelaku mencari nafkah juga dapat menjadi korban.

Ada hipotesis yang disampaikan oleh Donald Cressey's, seseorang bisa menjadi pelaku kecurangan karena apa yang disebut dengan : 1) tekanan (pressure), 2) peluang (opportunity), dan 3) pembenaran (rationalize). Ketiga faktor fraud ini sebenarnya saling berkaitan. Artinya Seseorang bisa saja melakukan kecurangan karena adanya 

Misalnya ada karyawan yang isterinya merengek minta si abang beli Honda Brio menggantikan Honda Beat. Masak mama dibiarkan jalan jalan kehujanan dan kepanasan padahal sudah pakai skincare MS Glow katanya si yayank sambal manyun sama si abang. Karena cinta separuh jiwa maka mulailah si abang kasir mencari jalan mendapatkan uang, semua jenis pinjaman diambil, petualangan tutup lubang, gali lubang menggunakan ratusan aplikasi pinjolpun akan kujalani demi yayank tekad si abang. 

Akhirnya Si abang mulai dikejar kejar debt collector diminta bayar hutangnya dan foto sambil megang KTPnya sudah disebarkan ke rekan dikantor maka mulailah si abang khilaf. Mulai menggelapkan uang di kantornya. Awalnya sedikit dan coba coba, eh.. si boss ternyata tidak pernah melakukan pemeriksaan maka bisa disikat ini pikirnya. Melihat si boss yang gajinya tinggi juga gak ada pengawasan, Si pelaku juga merasa punya pembenaran seperti Putin yang juga merasa benar merudal Ukraina.

Besar kecilnya gaji itu relative, semakin besar gaji semakin besar juga ekspektasi. Jadi saling menjaga ke pasangan hidup untuk mengukur diri sangatlah penting. Dalam setiap tindak kecurangan, hampir pasti peran pendamping hidup ini sangat besar perannya. Begitu juga sebaliknya suksesnya karier juga sangat besar pengaruh dari pasangan hidup.