Minggu, 28 Februari 2021

escape from future

Escape from future

Mr Sullivan merupakan presiden direktur dari perusahaan Pacific Telephone and Telegraph di Amerika ini seperti manusia yang diberkahi bisa melihat masa jauh ke depan. Apa yang disampaikannya di koran terbitan tahun 1953 mengenai masa depan dari telefon, di tahun 2021  sebagiannya sudah menjadi kenyataan. Sebagai praktisi dalam bisnis telefon, Sullivan bisa melihat manfaat dan arah pengembangannya.

Kelak katanya semua orang akan membawa telefon kemana mana seperti kita menggunakan jam disaat ini (tahun 1953).  Pada saat sekarang realitas melampaui prediksinya,  smartphone sebagai evolusi dari telefon lebih dari sekedar alat komunikasi. Smartphone sekarang sudah juga menjadi uang, belanja tinggal buka e-payment di smartphone atau menyodorkan QR code dan transaksi terjadi. Uang menjadi bukan lagi lembaran kertas tapi aset digital dalam smartphone.

Terjadinya pandemi juga mempercepat apa yang disebut dengan digitalisasi akibat low touch and less crowd economy. Pertokoan konvensional seperti Matahari secara pasti mulai menutup tokonya karena kekurangan pengunjung, sebaliknya e-commerce atau market place tumbuh secara eksponensial.








Minggu, 21 Februari 2021

Bisnis Gadai di Hongkong

Gadai di Hongkong 


                                   sumber : vitruvianman.com

Pada tahun 2020 jumlah pawnshop  tercatat sebanyak 250 outlet yang tersebar di wilayah Hongkong. Bisnis gadai terus tumbuh di wilayah eks koloni Inggris ini, meskipun mayoritas konsumennya adalah warga Hongkong namun pekerja migran dari Indonesia juga menjadi konsumen yang cukup besar .

Hongkong merupakan kota dengan biaya hidup yang sangat mahal, kalau orang Hongkong punya mobil berarti orang yang kaya raya seperti artis top Jacky Chan.  Pada umumnya warga Hongkong tinggal di Apartemen yang tidak menyediakan lokasi parkir. Kalaupun disediakan lokasi parkir maka tarif parkir mobil juga sangat mahal. 

Di Hongkong penduduknya tidak boleh parkir sembarangan di pinggir jalan Apartemen atau di jalan perumahan . Oleh karena itu penduduk Hongkong selalu menggunakan transportasi umum kalau bepergian.

karena biaya hidup yang sangat mahal maka jasa gadai menjadi kebutuhan yang tak terhindarkan bagi masyarakat yang mengalami mismatch antara pengeluaran dengan pendapatannya.  Jasa gadai merupakan alternatif atau komplementer dari jasa perbankan dan penulis tidak menemukan data kalau ada pawnshop yang menjadi bagian dari Bank.   

Di Hongkong bisnis gadai sepenuhnya dimiliki private, tidak ada BUMN nya. Mereka focus dalam bisnis gadai, agak berbeda dengan model bisnis gadai di negara bekas koloni Inggris lainnya. Di Australia dan Singapura bisnis gadai disamping menerima gadai juga menjadi toko second hand dan memberikan personal loan.

Di Hongkong besarnya bunga maksimal adalah 3,5% / bulan. Bunga maksimal ini diatur oleh pemerintah dan besarnya pinjaman maksimal per nasabah adalah HK$ 100 per nasabah. Selebihnya regulasi mengenai gadai sepenuhnya diatur oleh Hongkong dan Kowloon pawnbrookers Association (HKKPA).  


Jumat, 19 Februari 2021

Akuisisi Fritolay

Akuisisi

Kemarin Rabu (17/2) muncul berita kalau Indofood CBP Sukses Makmur melakukan akuisisi terhadap seluruh saham milik Fritolay Netherlands Holding B.V (Fritolay) selaku afiliasi dari PepsiCo Inc. Nilai akuisisi ini bernilai hampir setengah triliun rupiah, nilai yang kecil kalau dilihat dari nilai asset Indofood. Dengan transaksi ini maka Indofood akan memiliki 99,99 % saham Fritolay.

Fritolay ini merupakan perusahaan yang memproduksi dan memasarkan makanan ringan seperti keripik kentang Lays, snack Doritos dan Cheetos crunchy. Keripik kentang yang terkenal di seluruh dunia. Keripik ini pada awalnya diproduksi oleh Herman W.Lay pada tahun 1932 di Tennessee, Amerika Serikat. 

Produk Lays ini masuk ke Indonesia sejak tahun 1993 dibawa oleh Indofood CBP Sukses Makmur melalui perusahaan patungannya dengan Fritolay Holding yang merupakan afiliasi Pepsi.co. Perusahaan terakhir ini merupakan pemegang merek dari Lays,doritos dan Cheetos. Dengan akuisisi oleh Indofood maka perusahaan patungan ini berakhir dan seluruh saham dimiliki oleh Indofood.

Akuisisi ini juga menyebabkan berakhirnya seluruh lisensi produksi dan pemasaran produk pepsi.co dengan Indofood. Selanjutnya pepsi.co dilarang melakukan kegiatan produksi dan pemasaran seluruh produknya yang bersaing dengan produk Indofood. Produk itu adalah Lays, Cheetos dan Doritos. 

Sementara produk asli dari Indofood untuk produk sejenis adalah chiki balls, chitato, jetz dan qtela. Dengan hilangnya snack produk dari Pepsi ini maka produk Indofood nyaris akan tanpa saingan. Perlu juga diingat bahwa pemilik Indofood juga merupakan pemilik jaringan ritel Indomaret. Tidak ada yang bisa dijual di pasar Indonesia kalau tidak berbaikan dengan pemilik Indomaret.

Tentu kita tidak tahu apa alasan Fritolay Holding bersedia untuk diakuisisi karena tidak ada penjelasannya, kalau karena perusahaan ini merugi sudah pasti bukan karena mereka sampai dengan triwulan III/2020 penjualannya masih mencapai Rp. 2,14 triliun. Meskipun dilanda covid penjualan snack ini tetap tumbuh, karena biarpun covid mulut tetap harus mengunyah. Dari membeli kemasan lays yang lebih banyak anginnya ini kalau dibuka tetap saja bisa triliunan penjualannya.

Kalau akuisisi mungkin proses bisnis yang sudah sering terjadi, tapi disertai dengan keharusan dari pepsi.co untuk melikuidasi produknya dari pasar Indonesia dalam kondisi pasar yang tumbuh dan menguntungkan memang jadi pertanyaan. Strategi yang hebat dari Indofood untuk sepenuhnya menguasai pasar. 





Pengujian emas non acid test



Pengujian Emas

Pemeriksaan Cap Tanggungan

Dengan memeriksa cap tanggungan (hallmark). Setiap produsen perhiasan emas akan memberikan stempel karatase emas dan inisial produsennya di setiap perhiasan emas yang dibuatnya. Misalnya untuk emas 24 karat maka akan dapat dilihat stempel “24K”. Jika produsen perhiasan emasnya adalah UBS maka akan tertera cap UBS pada perhiasan emas tersebut.

Hallmark ini biasanya ada di bagian sisi dalam untuk cincin atau di bagian sisi pengait untuk kalung atau gelang. Karena ukuran stempel ini sangat kecil, diperlukan kaca pembesar untuk membantu melihatnya dengan baik. Namun pengujian dengan cara ini sangat rentan dengan pemalsuan, emas palsu juga dengan mudah membuat stempel hallmark di perhiasannya. 

                       

Pemeriksaan Menggunakan Magnet

Cara pengujiannya adalah dengan mendekatkan magnet ke logam yang diduga emas tersebut, jika logam tersebut dapat ditarik atau menjauh dari magnet maka dapat dipastikan bahwa logam tersebut bukan emas. Karena emas tidak bersifat non ferrous metal sehingga tidak dapat ditarik oleh magnet.

Pemeriksaan Menggunakan Electronic Gold tester

Dengan menggunakan Electronic Gold Tester. Peralatan uji emas (gold tester) elektronik ini banyak ditawarkan di toko online atau toko yang menjual peralatan bagi toko perhiasan. 

Gold tester ini bekerja dengan mendeteksi campuran logam yang ada dalam emas, dengan menempatkan emas pada unit gold tester dan kemudian menyentuhkannya dengan pen untuk mendeteksi campuran logam. Gold tester ini kemudian akan menampilkan karatase emas melalui lampu LED atau layar LCD.

                                              sumber : Gemoro Gold tester



Menggunakan X-Ray Fluoresence (XRF) Machine

Pengujian dengan menggunakan mesin XRF dilakukan dengan menggunakan prinsip spectrometer. Dengan menempatkan emas pada mesin X-ray ini maka secara otomatis mesin dalam beberapa detik akan menentukan elemen dan komposisi dari logam, untuk emas maka terbaca komposisi dari emas (Au) dari logam yang dilakukan pengujian.

Mesin X-ray ini memberikan hasil pengujian yang lebih akurat dan tidak merusak logam yang dijadikan sampel. Pengguna mesin ini biasanya produsen emas besar seperti PT. ANTAM karena peralatan ini mahal harganya dan harus dikerjakan oleh tenaga yang terlatih.


sumber : sri rouda equipment


Sabtu, 13 Februari 2021

Koin Emas Sebagai Mata Uang

King Croesus

Dari sungai Pactolus tempat raja midas mencuci tangannya ini kemudian bangsa Lydia pada masa raja Alyattes mulai menghasilkan koin emas. Koin emas mulai dicetak dengan standar sebagai alat pembayaran. Koin emas yang dicetak  sudah diberi cap kerajaan Lydia dan juga cap yang menandakan nilainya.   

Penemuan alat pembayaran dalam perdagangan ini berkontribusi besar kepada kemajuan peradaban bangsa Lydia. Kerajaan ini kemudian menjadi pusat perdagangan dan menghasilkan kekayaan yang berlimpah kepada kerajaan.

Koin emas merupakan mata uang, sebab pada prinsipnya jika masyarakat bersedia menerima barang sebagai alat pembayaran maka dapat disebut dengan uang. Kehadiran koin emas menghapus kelemahan sistem barter yang sebelumnya dipraktekan dalam perdagangan.

Pada masa raja Croesus putra dari Alyattes berkuasa di Lydia pada tahun 560 sampai dengan 547 SM, semakin banyak emas yang dihasilkan.  Kepemilikan emas dalam jumlah yang sangat besar ini memberikan kekayaan yang berlimpah kepada Croesus, sehingga Croesus indentik dengan kekayaan. Di negara Eropa sampai saat sekarang terdapat ungkapan yang menunjukkan betapa kayanya seseorang dengan istilah “kaya seperti Croesus”.

Dari kekayaannya ini Croesus  mendanai pembangunan Artemis Temple di Ephesus, yang sampai saat sisa bangunannya masih dapat dilihat di daerah Turki dan  artefaknya masih dapat dilihat di British Museum. Bangunan ini dicatat sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dari budaya dunia masa lalu.

Artemis Temple ini menjadi saksi atas silih bergantinya kekuasaan dan juga menghadapi gempa bumi yang merusak bangunannya.

Namun sejarah mencatat akhir yang tragis dari Croesus. Pada saat pasukan Persia dibawah pimpinan Cyrus yang agung  melakukan invasi ke Lydia, Croesus mengalami kekalahan dan ditawan oleh pasukan Persia. Kerajaan Lydia berakhir dengan kekalahan ini dan kematian dari keluarga kerajaan.

Kemudian Artemis temple ini berganti penguasa, setelah Persia kemudian dikuasai oleh Alexander the great. Setelah kekalahan pasukan Alexander, Ephesus kemudian dikuasai oleh Romawi selama berabad abad. Pada akhirnya Ephesus menjadi daerah kekhalifahan Utsmaniyah dan sekarang masuk ke Wilayah Turki sebagai penerus dari Utsmaniyah.

Namun sejarah tetap mencatat bahwa bangsa Lydia sudah memperkenalkan kepada peradaban dunia mengenai alat pembayaran berbentuk koin emas. Peradaban yang bertahan sampai ribuan  tahun kemudian sebelum munculnya mata uang kertas.





Jumat, 12 Februari 2021

Gold Standard

Gold Standar

Salah satu poin terpenting dari kesepakatan Bretton woods ini adalah penetapan sistem moneter yang menggunakan standar emas. Mata uang negara negara lain di dunia dikaitkan dengan nilai tukar tetap terhadap mata uang dollar Amerika Serikat. Sementara mata uang dollar Amerika dijamin oleh emas dalam jumlah tertentu. 

Standar emas adalah sistem moneter dimana mata uang suatu negara yang nilainya dikaitkan dengan emas. Dengan standar emas negara setuju untuk mengkonversikan mata uangnya ke jumlah yang tetap dari emas. Negara yang menggunakan standar emas akan menetapkan harga yang tetap (fixed price) dari emas. 

Kemudian negara akan melakukan pembelian dan penjualan emas berdasarkan fixed price tersebut. Untuk menentukan nilai dari mata uang juga menggunakan fixed price. Sebagai contoh, jika AS menetapkan fixed price emas adalah $ 500 per ons, nilai dari dollar adalah 1/500 dari satu ons emas.

Alasan penggunaan mata uang dollar dalam sistem moneter dunia ini adalah karena setelah perang dunia, Amerika Serikat muncul sebagai negara yang secara militer dan ekonominya terbesar di dunia. Inggris negara kolonial super power abad pertengahan babak belur ekonominya akibat perang, demikian juga Jerman dan Jepang mengalami kehancuran akibat kalah perang.

Dengan gold standard ini maka setiap lembar uang yang dicetak oleh Amerika akan didukung oleh persediaan emas yang disimpan di Fort Knox. Ini diperlukan untuk menjaga kepercayaan negara yang menggunakan mata uang dollar dalam sistem perdagangan antar negara. 

Dalam perjalanannya Amerika terus perlu mencetak uang untuk membiayai perangnya di Vietnam yang berjalan bertahun tahun dengan biaya yang sangat besar. Turunnya harga emas dan kebutuhan Amerika untuk terus mencetak uang menyebabkan gold standar tidak lagi dapat dipertahankan oleh Amerika.

Amerika pada akhirnya harus mencetak uang melebihi dari cadangan emas yang dimilikinya, keputusan yang menyebabkan berkurangnya kredibilitas mata uang dollar.  

Meskipun tidak ada lagi gold standard, U$ tetap menjadi mata uang dunia.





Midas dengan Sentuhan Emas

Midas dengan Sentuhan Emas

Sistem pembayaran dengan menggunakan emas ini bisa jadi dimulai dari mitologi raja Midas. kisah dalam mitologi Yunani mengenai seorang raja yang atas jasanya kepada dewa diberi anugerah oleh dewa Dyonisius untuk memiliki kesaktian mengubah apapun yang disentuhnya  menjadi emas.

Bisa dibayangkan betapa kayanya Midas, tidak perlu dengan menabung emas tetapi hanya dengan menyentuh sesuatu akan berubah menjadi emas. Midas pastilah kemudian kaya raya. Namun segera Midas menyadari bahwa anugerah ini berubah menjadi kutukan. 

Semua makanan yang disentuhnya juga berubah menjadi emas, termasuk puterinya pun berubah menjadi emas. Midas kemudian datang lagi menghadap dewanya, sambil bilang “hai dewa, ternyata terlalu sakti juga membuat aku menderita, mohonlah  kesaktian ini dicabut lagi” .

Dewa menjawab ke Midas “ baiklah kalau itu yang kau inginkan, midas kau harus  cuci tangan di sungai Pactolus agar kesaktianmu hilang”. Midas segera membasuh telapak tangannya di Sungai Pactolus yang tidak jauh dari istananya.
Saking banyaknya emas yang lengket di tangannya kemudian sungai Pactolus ini penuh dengan deposit emas .

Sungai Pactolus ini terletak di wilayah kerajaan Lydia, sekarang masuk wilayah kekuasaan Tayib erdogan. 

Raja yang berkuasa di Lydia saat itu adalah Croesus. Dengan emas yang melimpah dari cuci tangannya Midas ini Croesus kemudian mulai mencetak Koin emas sebagai alat pembayaran. 

Koin yang dicetak  sudah diberi cap yang menandakan kerajaan Lydia dan juga menandakan nilainya.   Penemuan koin emas sebagai alat tukar kemudian menjadikan Lydia sebagai pusat perdagangan dan menghasilkan kekayaan yang berlimpah kepada kerajaan Lydia.
Kemunculan emas sebagai alat pembayaran menggantikan system barter yang menghambat kemajuan ekonomi dan perdagangan. Karena barter memerlukan adanya double coincidence of wants, hal yang sulit dalam perdagangan.