Sabtu, 31 Mei 2014

jalur sungai Banjarmasin to Palangkaraya

Jalur Sungai Banjarmasin – Palangkaraya.

Kantor cabang Pegadaian di Palangkaraya pada tahun 1999 merupakan satu-satunya kantor cabang Pegadaian yang terletak di kota Palangkaraya, ibukota Propinsi Kalimantan Tengah.  Pegadaian di Palangkaraya kurang bagus perkembangannya karena setelah beberapa tahun berdiri masih juga berstatus cabang kelas III, klasifikasi cabang terendah pada masa itu. Dibandingkan Pegadaian di wilayah Kalimantan Timur sangat jauh tertinggal, Pegadaian di wilayah Balikpapan telah tumbuh pesat. 

Pada tahun 1998-2000 apabila kita ingin ke  kota Palangkaraya dari Banjarmasin salah satu alternative yang dapat ditempuh adalah dengan menggunakan sarana transportasi berupa speed boat. Setelah pengalaman buruk saya menggunakan angkutan darat maka saya lebih memilih selalu menggunakan angkutan sungai meskipun sebenarnya saya takut karena tidak bisa berenang sama sekali. Transportasi sungai Banjarmasin ke Palangkaraya ini akan melalui sungai-sungai Kuala Kapuas, Barito dan Kahayan beserta kanal-kanal yang menghubungkannya.

Speed boat yang melayani jalur Banjarmasin ke Kalimantan Tengah banyak mencari penumpang di pinggir sungai, ada semacam terminal rakyat di pinggir-pinggir sungai, terminal sepertinya dikelola sendiri oleh penduduk setempat, karena tidak ada petugas dinas perhubungan  di terminal tersebut. Setelah membayar karcis maka penumpang akan diatur oleh petugas atau preman lokal untuk naik ke boat dengan menuruni tepian sungai menggunakan tangga kayu.  Kondisi ini mengingatkan saya akan tempat ngetem angkot di Bandung yang ada timernya dan tidak akan berangkat sebelum penumpangnya penuh seperti ikan sarden di dalam kaleng.




Sebutan speed boat ini tidak persis sama dengan yang saya bayangkan sebelum saya mengenal speed boat di Banjarmasin karena speed boat yang saya bayangkan sebelumnya adalah seperti yang ada di film James Bond, dimana boat terbuat dari bahan fibreglass dan hanya ada dua susun kursi, di bagian depan untuk supir speed boat yang sering disebut motoris dan satu atau dua penumpang dan di bagian belakang satu baris kursi yang dapat diisi dengan sekitar 3 penumpang serta dilengkapi mesin pendorong yang ditempelkan di bagian belakang.  Sedangkan speed yang melayani jalur Banjar ke palangkaraya ini adalah perahu panjang yang terbuat dari kayu, terdiri dari beberapa baris kursi yang dapat memuat sekitar 20 sampai dengan 30 orang penumpang dan kalau kita bawa koper maka pertama kali sebelum penumpang naik maka koper harus dimasukan dulu ke speed karena akan ditaruh dibawah kursi penumpang dalam arti tutup kursi harus diangkat dulu kemudian koper dimasukan dan kemudian baru ditutup kembali dan diatas itulah penumpang akan duduk. Pada bagian ekornya ditempel biasanya dengan dua mesin pendorong yang saya kurang tahu berapa daya kudanya, namun apabila sudah full speed maka perahu akan terangkat sehingga penumpang bagian depan akan terasa segera take off karena bagian depan perahu tidak lagi menyentuh permukaan air dan hanya bagian belakang dekat mesin tempel yang menyentuh air, kalau kita duduk di bagian belakang maka tidak lagi dapat melihat pemandangan karena air sungai yang terhempas oleh badan speed membentuk semburan air berbentuk tembok air di sisi kiri dan kanan atau muncrat di kiri dan kanan perahu yang berlari dengan kencang menyusuri sungai Kapuas itu.

Pada saat pertama kali naik speed ini akan terasa sangat sesak karena kalau duduk di beberapa baris muka dimana kursi menghadap ke bagian depan maka satu kursi kayu kecil yang rasanya hanya nyaman untuk 3 orang dengan tubuh standar harus diisi dengan 5 orang sehingga nyaris tidak ada gerakan yang dapat dilakukan dengan nyaman, namun setelah beberapa saat speed berjalan entah kenapa kemudian selalu terasa semakin lega sepertinya tubuh penumpangnya menciut. Saya sering memilih duduk di bagian belakang yang meskipun posisinya duduknya menyamping namun biasanya lebih lapang dan kaki masih dapat selonjoran.

Perjalanan ini biasanya ditempuh sekitar 4 s.d. 5 jam perjalanan dengan sekali istirahat untuk mengisi perut bagi yang merasa lapar karena biasanya berangkat dari Banjarmasin pada pagi hari. Tempat pemberhentian tersebut adalah rumah makan yang terletak di pinggir sungai sehingga memberi suasana yang berbeda dengan keriuhan kota besar, apalagi kalau melihat sungai yang dikelilingi hutan pada saat hujan, terasa ada atmosfir yang sungguh memberi ketenangan pada mata dan bathin, seolah kita berada pada  peradaban yang berbeda. Kadang kala melintas perahu besar yang membawa anak-anak pergi sekolah, kalau di daerah sumatera utara terutama di daerah seperti tebing tinggi sampai Kisaran kita akan lihat anak – anak pergi sekolah naik bentor yaitu becak bermotor beramai-ramai sehingga satu bentor dapat dinaiki sampai sekitar 10 orang maka di daerah ini anak-anak bersekolah dengan menaiki perahu besar bermesin tersebut beramai ramai dan sebagian duduk diatas atap perahu tersebut karena perahu ini atau kapal kecil ini memiliki atap. Kembali ke bentor tadi, bagi yang biasa tinggal di daerah jawa maka beca di daerah sumut ini berbeda karena tempat penumpang dan tukang becanya bersisian atau becanya disisi kiri mirip dengan bentuk beca yang dikenal di Jawa dan disisi kanannya digandengkan dengan sepeda motor tempat tukang beca mengendarai becanya. Sepeda motor yang dipakai masih banyak sepeda motor tua jenis BSA (Birmingham Small Army), dilihat dari namanya sudah tentu sepeda motor ini buatan Inggris, kalau berjalan asapnya bisa tertinggal dibelakang sekitar  10 meter dan suaranya sangat rebut. Mengapa penumpangnya bisa sampai banyak ? karena di becanya dapat duduk berhadap-hadapan dan di bagian belakang beca ada lagi yang duduk menghadap belakang dan ada yang dibonceng di sepeda motor abang becanya.

Perjalanan melintasi sungai Kahayan ini akan melewati kanal-kanal yang menurut sejarahnya dibangun dimasa Belanda menjadi penguasa di Kalimantan selatan, dibangun oleh W Broers pada tahun 1880-1890, namun jauh sebelum kanal ini dibangun oleh penguasa Belanda, orang-orang Banjar sudah banyak membangun kanal-kanal ini dengan kemampuan sendiri. Bung Karno pada tahun 1957 pernah melalui jalur sungai ini pada saat berkunjung ke Palangkaraya dari Banjarmasin dan bercita-cita akan membangun ibukota Indonesia masa depan di kota Palangkaraya ini.

Di sisi sungai-sungai yang dilewati itu sangat sering kita akan melihat rangkaian kayu-kayu besar hasil penebangan hutan yang panjangnya bisa berkilo- kilometer mengapung ditepian sungai dan juga akan kita lihat tempat  pengolahan kayu tersebut disisi sungai yang mengolah kayu tebangan tersebut, sebagian kayu tersebut ditumpuk dipinggir sungai dekat pabrik-pabrik tersebut, pada tahun tahun 1999 -2000 an tersebut nampaknya masalah illegal logging belum menjadi perhatian serius dari  pemerintah dan tidak pernah diekspose besar-besaran seperti pada zaman presiden SBY. Sangat menyedihkan melihat kayu yang berasal dari pohon yang entah perlu berapa puluh atau ratusan tahun tersebut untuk menjadi sebesar itu harus ditebang untuk keperluan manusia atau keserakahan segelintir manusia, apalagi pelaku penebangan itu jelas – jelas bukan masyarakat setempat tetapi perusahaan perusahaan besar dari Jakarta, seharusnya kalaupun hutan itu harus dimanfaatkan maka penduduk asli setempatlah yang paling besar merasakan manfaatnya bukan kekuasaan Negara yang memberikan hak penguasaan hutan kepada beberapa orang pengusaha tanpa membawa manfaat yang berarti bagi penduduk setempat, sebaliknya membawa penderitaan dengan ancaman banjir dan longsor akibat hutan habis ditebang.


Kadang-kadang speed boat tersebut masuk ke sungai-sungai kecil yang barangkali seperti jalan pintas, pernah sekali saat speed boat memasuki sungai kecil tersebut pada saat air surut maka terasa sekali sulitnya speed boat tersebut mencari jalan agar speed tidak kandas di sungai, melewati sungai sungai kecil yang berada di tengah hutan tersebut menimbulkan nuansa yang sangat berbeda, keheningan dan ketenangan air sungai terasa memberikan suasana magis yang tidak akan ditemui didaerah perkotaan yang hiruk pikuk. Selalu ada keindahan dalam kehidupan yang berbeda dari kehidupan yang selama ini kita kenal.

Ingin Kaya di Usia Muda

by Siska Amelie F Deil


         Liputan 6 >Bisnis >Ekonomi
Ingin Kaya di Usia Muda? Ini Dia Caranya!

          Ekonomi  0  08 Jan 2014 22:07
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), default quality
Kekayaan dan hidup bergelimang harta merupakan impian yang menjadi dambaan banyak anak muda zaman sekarang. Tengok saja, banyak pemuda yang mendirikan bisnis kecil-kecilan atau menjadi selebritis dadakan agar bisa mencetak banyak uang sejak dini.

Seperti dikutip dari The Richest, Rabu (8/1/2014), bagi para pemuda masa kini, menjadi kaya berarti memiliki banyak uang dan kehidupan mewah. Sayangnya, mayoritas anak muda hanya menjadikannya sebagai mimpi dan tidak berupaya keras menggapainya. Alhasil,

Hasilnya, banyak pemuda yang saat memasuki usia tua masih kesulitan memenuhi kebutuhan finansialnya. Untuk itu, berikut lima tips yang bisa membuat anak muda kaya raya:


1. Mulailah mencari uang di usia muda

Salah satu tantangan terbesar saat keluar sekolah adalah para lulusan yang masih muda tidak memiliki cukup uang. Terlebih lagi, para pemuda yang baru bekerja biasanya hanya mendapatkan gaji kecil karena dianggap belum berpengalaman.

Artinya, mulailah mencari pekerjaan secepat mungkin agar Anda lebih siap menghadapi dunia karir. Dengan begitu, Anda bisa lebih cepat menghasilkan banyak uang di kemudian hari.

2. Menabung

Bagi Anda yang masih berusia muda, mulailah untuk rajin menyimpan uang tunai sebagai pegangan saat keluar sekolah. Dengan menabung, para siswa dan tenaga kerja muda dapat menyiapkan dirinya untuk merebut berbagai peluang baru yang tersedia.

Uang tabungan yang Anda sisihkan dapat menjadi kebutuhan yang sangat penting di kemudiah hari. Memiliki tabungan dalam bentuk tunai berarti para pemuda memiliki ketahanan finansial yang juga membantunya mencoba berbagai peluang karir.


3. Cari pengalaman sebanyak-banyaknya

Menabung memang bermanfaat, tetapi sebagai pemuda, Anda juga harus pandai-pandai memperhitungkan penggunaannya. Uang yang disimpan tak selamanya bertahan dan dapat terkuras dengan mudah.

Dekat dengan seseorang yang membantu Anda membuat keputusan merupakan hal yang sangat penting. Namun yang lebih penting dari masa muda adalah mengumpulkan pengalaman sebanyak-banyaknya.

Pengalaman dapat secara efektif membantu Anda mendapatkan pekerjaan berpenghasilan besar. Anda harus ingat bahwa kekayaan tidak datang dengan sendirinya, diperlukan kombinasi usaha, kerja keras, teknologi, bimbingan orang lain, dan tentu saja pengalaman yang berharga.

4. Buat pilihan cerdas untuk berbisnis

Bekal uang tunai, waktu yang baik serta keputusan tetap mengarahkan diri Anda yang berusia muda pada bisnis berpenghasilan tinggi. Berbagai bidang bisnis seperti komoditas, UKM, dan properti dapat menjadi mesin pencetak uang dalam jumlah besar.

Tentu saja selama Anda memilihnya dengan cerdas, bisnis apapun dapat menghasilkan banyak uang. Memang, berbisnis sangat erat kaitannya dengan berbagai risiko, tetapi jika Anda memahaminya dan melakukannya di waktu yang tepat serta cukup modal, bersiaplah untuk menjadi konglomerat.

5. Cari pendapatan lain

Tahap paling berisiko dalam mencari tambahan uang adalah saat Anda mengabaikan peluang yang tidak Anda minati. Padahal, di titik tertentu, kesempatan itu justru bisa menjadi alat pendulang pundi-pundi uang.

Maka jangan pernah menyerah dalam setiap kesempatan karir yang datang. Cobalah dan kenali bidang tersebut sehinggga Anda bisa memperoleh banyak bekal finansial di masa depan. Seringkali seseorang yang menaruh minatnya di bidang properti justru mencetak uang setelah bekerja di perusahaan software. (Sis/Ndw) (Ndw) ;


- See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/795250/ingin-kaya-di-usia-muda-ini-dia-caranya#sthash.tJaBEWdf.dpuf

8 Kesalahan yang Bikin Anda Jatuh Miskin

Achmad Dwi Afriyadi


         Liputan 6 >Bisnis >Ekonomi
8 Kesalahan Keuangan yang Bikin Anda Jatuh Miskin

          Ekonomi  0  31 Mei 2014 06:45


Liputan6.com, New York - Semua orang tentu ingin ada kemajuan dalam hidupnya, termasuk dalam hal finansial. Namun hati-hati jika Anda salah mengelola keuangan, maka hasilnya kekayaan Anda bukannya bertambah tapi terus terkikis dan bahkan jatuh miskin.
Ada banyak hal yang bisa membuat kekayaan Anda berkurang. Salah satunya, terus meminjam uang baik dari saudara, teman maupun lembaga keuangan seperti bank. Sikap boros juga bisa menjerumuskan Anda ke jurang kemiskinan.

Dilansir dari Lifespan.com, berikut 8 kesalahan umum yang bisa membuat Anda jatuh miskin:


1. Bersikap boros
Banyak orang membeli barang di luar kebutuhan. Tak peduli seberapa besar pendapatan Anda, jika Anda ingin hidup senang, Anda harus mulai melakukan penghematan untuk jangka panjang.

Anda mesti mengurangi pengeluaran yang tidak penting dan segera berinvestasi dengan persentase gaji yang ada miliki setiap bulan.


2. Tidak mengatur anggaran

Salah satu alasan utama yang membuat pengeluaran menjadi berlebihan adalah tidak menetapkan anggaran keuangan. Anggaran membantu Anda menghitung berapa banyak biaya yang dikeluarkan tiap bulannya.

Alokasi keuangan dihitung berdasarkan total pendapatan, biaya pengeluaran bulanan, utang dan kewajiban lainnya. Anggaran juga memperhitungkan tabungan untuk masa pensiun.


3.  Mengabaikan simpanan pensiun

Banyak anak muda berpendapat kebutuhan masa pensiun masih terlalu jauh untuk dipikirkan. Padahal waktu menentukan jumlah tabungan pensiun ke depannya harus dimulai dari sekarang.


4. Memiliki banyak utang

Jika anda berutang, maka secara otomatis akan mengurangi arus kas Anda. Untuk mengurangi utang,  maka Anda harus meningkatkan jumlah tabungan. Jika Anda ingin berutang lagi, telitilah dengan bijak pinjaman anda.


5. Investasi terlalu banyak untuk rumah

Kebanyakan orang menginvestasi sebagian uang mereka untuk membeli rumah. Rumah dianggap sebagai investasi impian setiap orang. Namun sayangnya, mereka berinvestasi tanpa memperhitungkan kemampuan keuangannya. Anda harus berhati-hati dalam hal ini.


6. Hidup dengan menghabiskan gaji ke gaji

Kebiasaan buruk yang sering dilakukan adalah menghabiskan seluruh gaji untuk pengeluaran yang tidak perlu. Orang cenderung menghabiskan pengeluarannya tanpa berpikir tentang masa depan. Mulailah menabung dan berhati-hati dalam memakai uang.


7. Tidak memiliki asuransi yang cukup

Asuransi merupakan dana penting untuk melengkapi keuangan Anda di saat darurat. Anda harus memiliki asuransi untuk membantu aset Anda jika sesuatu yang ekstrim seperti kecelakaan.


8. Kredit mobil dengan cicilan tinggi

Pembayaran kredit mobil membuat orang mengencangkan keuanganan mereka. Padahal kita semua tahu harga jual mobil akan turun ketika pertama dibeli. Sementara Anda harus terus-menerus membayar cicilan pembayaran mobil tersebut dengan jumlah yang sama. (Amd/Ndw)
(Nurseffi Dwi Wahyuni) ;

- See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/2056690/8-kesalahan-keuangan-yang-bikin-anda-jatuh-miskin#sthash.eAsJyNnO.dpuf
BAGAIMANA CARA MENGUJI KARATASE EMAS
Description: K:\AT\bermasalah kalteng\foto 2\20131004_152145.jpg














Penetapan karatase pada umumnya oleh Penaksir di Pegadaian berdasarkan hasil analisa kimia, yaitu dengan menggosokkan emas pada batu uji untuk mendapatkan residu di atas batu, karena sifatnya yang larut dalam larutan aqua regia (air raja) maka residu yang tertinggal di batu uji tadi ditetesi  air uji yang terdiri dari air uji 1 berupa cairan asam nitrat (HNO3) dan air uji 2 berupa cairan HNO3 dicampur cairan asam chlorida (HCL), reaksi kimia yang terjadi inilah yang menentukan karatase emas tersebut.


Misalnya untuk pengujian emas merah (emas dengan campuran tembaga), pertama kali hasil gosokan emas pada batu uji yang berbentuk garis akan ditetesi dengan air nitrat dan apabila garis emas tadi termakan oleh air nitrat berarti kadar emas tadi adalah 16 karat atau kurang, perbedaan karatasenya akan terlihat dari reaksinya, semakin cepat garis emas termakan oleh reaksi kimia maka akan semakin rendah kadar emasnya atau semakin rendah karatnya. Air nitrat yang ditetesi kemudian dikeringkan dengan tissue tebal atau kertas lainnya yang dapat menghisap cairan dengan cepat. Sisa reaksi kimia atas garis emas tadi dapat diamati, semakin banyak emas yang berbekas di batu uji akan semakin tinggi kadar emasnya. Apabila dengan ditetesi air nitrat, garis emas tidak bereaksi maka dapat diperkirakan bahwa kadar emas diatas 16 karat untuk emas merah dan 14 karat untuk emas kuning. Selanjutnya garis emas tersebut pada bagian lainnya (tidak dibagian yang sudah ditetesi air nitrat) ditetesi dengan air uji 2 (campuran HNo3 dan HCL ; 3:2), kembali kita amati reaksi yang terjadi dari reaksi kimia tadi, semakin cepat garis emas hilang maka semakin rendah kadar emas. Setelah air uji 2 dikeringkan dengan tissue, dapat diamati  garis emas yang tertinggal di batu uji, semakin jelas garis emas yang tertinggal akan semakin tinggi kadar emasnya,   untuk emas 24 karat maka tidak ada garis emas yang bereaksi dengan air uji tersebut.

Karena pengamatan dilakukan secara visual maka terdapat kemungkinan adanya perbedaan kesimpulan antara satu orang dengan orang lainnya, toleransi perbedaan ini adalah antara 1 s.d. 2 karat, oleh karena itu apabila perbedaan pengamatan antara pemeriksa dengan taksiran Penaksir lebih dari 2 karat dapat disimpulkan sebagai taksiran tinggi.

Apabila dalam pengamatan atas hasil uji kimia tersebut ditemukan reaksi kimia yang berbeda atau muncul reaksi kimia dengan warna lain maka perlu dilakukan pemeriksaan yang lebih cermat, perhiasan emas tadi perlu digosok kembali ke batu uji dengan lebih keras dan dilakukan pada berbagai bagian dari perhiasan tadi, terutama pada bagian-bagian yang tersembunyi sehingga terdapat lebih banyak garis  ujinya. Apabila pada saat ditetesi air uji 1 keluar warna hijau maka menunjukan bahwa perhiasan tersebut adalah sepuhan dan logam didalamnya adalah tembaga. Air uji 1 juga dapat ditetesi langsung pada bagian emas yang terkena gosokan, apabila perhiasan emas adalah sepuhan maka pada bagian yang ditetesi air uji 1 tadi akan keluar gelembung-gelembung berwarna kehijauan sebagai reaksinya. Apabila garis ditetesi air uji 2 keluar warna putih maka emas tersebut sepuhan dimana logam didalamnya adalah perak.

Contoh pengujian emas palsu :
Description: K:\AT\Emas palsu BPP\Cincin perak lapis mata berlian (harap waspada).jpg


Hal yang juga perlu diingat adalah pada saat menggosok perhiasan jangan hanya diambil posisi yang paling mudah untuk digosok karena pada beberapa kasus emas palsu yang pemeriksa ketahui, bagian yang paling mudah digosok oleh pemalsunya sudah dibuat paling tebal, misalnya pada gelang slip maka ujung slipnya akan dibuat sangat tebal karena nampaknya pemalsu tersebut juga sudah memahami karakter pengujian yang dilakukan oleh Penaksir Pegadaian, oleh karena itu cari bagian – bagian yang sulit untuk digosok, misalnya gelang ½ plat gosok pada bagian belakang platnya, untuk gelang rantai pada bagian sambungan atau lipatan emas yang tidak mudah terlihat. Apabila ada kecurigaan karena beratnya yang kurang wajar atau warnanya yang berbeda maka jangan ragu-ragu untuk melakukan uji kimia dengan menggosok berulang kali pada beberapa bagian.

Perbedaan dalam menetapkan karatase juga dapat disebabkan perbedaan antara kekuatan air uji pada saat barang jaminan (bj) diterima dengan air uji pada saat pemeriksaan dilakukan, mengapa ? karena air uji mirip dengan coca cola atau minuman bersoda lainnya dimana pada saat pertama kali kaleng atau botolnya dibuka apalagi baru keluar dari frezer maka sodanya akan terasa sekali menyengat di lidah dan kerongkongan, namun apabila sudah dibuka dan tidak habis kemudian disimpan maka rasa sodanya akan hilang atau nyaris tidak ada lagi pada saat kita minum sehari kemudian, pasti ada beda rasa antara yang minum pada saat coca cola baru dibuka dengan yang minum coca cola terbuka sehari kemudian. Demikian juga dengan air uji yang sudah lama dipakai, misalnya sudah satu bulan belum juga diganti-ganti maka kekuatannya akan berbeda dengan air uji yang baru saja diisikan ke botol air uji dan ini akan sangat mempengaruhi akurasi penetapan karatase emas.

Metode lain untuk menetapkan kadar emas adalah dengan mencari berat jenisnya, emas merupakan logam yang dalam simbol kimia memiliki nama Aurum (Au) dengan berat jenisnya dalam bentuk murni adalah 19,32, emas murni ini adalah emas tanpa ada campuran dengan jenis logam lainnya atau sering disebut emas 24 karat atau 99,99%, emas dengan kadar kemurnian yang tinggi ini di Indonesia diperoduksi oleh PT. Aneka Tambang (PT. ANTAM). Emas yang dapat dicari berat jenisnya dengan melakukan penimbangan menggunakan timbangan analisa adalah emas yang tidak dalam bentuk perhiasan berongga atau memiliki mata, baik berlian maupun batu mulia lainnya.

Untuk mencari berat jenis maka dapat dicari dengan menimbang emas tersebut untuk mengetahui berat keringnya dan kemudian menimbang emas di dalam timbangan analis, yaitu timbangan dimana emas ditimbang dalam air untuk mengetahui volumenya dan dari membagi berat kering dengan volume maka diperoleh berat jenis perhiasan tersebut, dari berat jenis ini akan diketahui karatase emas. Atau secara rumus persamaan adalah sbb. :

Berat Kering (BK) – Berat Basah (BB) = Volume (V)

BK / V = Berat Jenis (BJ).

BJ à lihat tabel berat jenis.

Langkah menemukan berat jenis dengan cara diatas relatif tidak populer dipergunakan oleh Penaksir maupun Pemeriksa karena memerlukan timbangan analis yang sudah sulit didapatkan di kantor cabang Pegadaian dan juga memerlukan waktu yang lama, cara ini meskipun sesuai teori namun akan menghambat kecepatan pelayanan karena hampir semua langkah harus dilakukan secara manual. Bagi Penaksir yang sudah jarang menggunakan timbangan manual maka akan perlu waktu lama untuk menemukan volume perhiasan emas tersebut. Cara praktis yang dilakukan hampir seluruh Penaksir adalah dengan menggunakan timbangan digital. Pada timbangan digital tersebut ditaruh bejana yang biasanya terbuat dari botol aqua 1 liter yang sudah dipotong setengahnya dan diisi dengan air kemudian ditaruh diatas piringan timbangan dan timbangan digital  diset  untuk menimbang volume. Perhiasan emas kemudian diikat dengan tali rafia tipis dan kemudian dicelupkan ke dalam botol aqua tetapi tidak sampai ke dasar botol atau menyentuh botol, sementara tali rafia tetap dipegang oleh Penaksir untuk menjaga perhiasan stabil atau tidak jatuh, kemudian  pada layar LCD timbangan akan muncul angka yang merupakan volume dari perhiasan emas tersebut. Untuk menemukan berat jenis adalah dengan membagi berat kering dengan volume tersebut, dengan mengetahui berat jenisnya maka akan diketahui karatnya dengan melihat pada tabel bj, cara yang praktis kalau tidak melihat pada tabel berat jenis adalah dengan membagi berat jenis dengan angka 0,805. Misalnya ditemukan berat jenis 16,10 maka karatnya adalah 16,10/0,805 = 20 karat.


Kelemahan dari cara ini dalam prakteknya adalah tidak akurat kalau berat perhiasan kurang dari 10 gram atau apabila bentuk perhiasan sulit untuk masuk kedalam bejana botol aqua yang sempit tersebut sehingga selalu membentur botol.