Jumat, 30 Januari 2026

Faktor yang mendorong harga emas

Apa saja faktor-faktor yang memengaruhi harga emas spot?

Emas tidak hanya dibeli sebagai investasi, tetapi juga untuk digunakan di bidang lain seperti industri dan pembuatan perhiasan. Pengaruh potensial terhadap harga spot sangat luas, tetapi berikut ini beberapa faktor utamanya:

• Permintaan investasi

• Permintaan perhiasan

• Pasar mata uang

• Inflasi atau deflasi

• Suku bunga dan/atau kebijakan moneter

• Keengganan atau selera risiko

• Geopolitik

• Pasar ekuitas

Emas berpotensi mengalami peningkatan permintaan investasi selama periode tekanan ekonomi atau geopolitik. Misalnya, harga emas spot berpotensi naik selama masa perang atau gejolak geopolitik. 



Dari sudut pandang ekonomi, emas berpotensi mengalami peningkatan pembelian akibat keruntuhan pasar saham atau pasar bearish. Suku bunga dan kebijakan moneter juga dapat memiliki pengaruh signifikan terhadap harga emas spot. 


Emas berpotensi diuntungkan selama periode suku bunga ultra-rendah, karena suku bunga rendah membuat biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih rendah. Di sisi lain, emas berpotensi berada di bawah tekanan ketika suku bunga naik, karena emas tidak menawarkan dividen atau bunga untuk memegangnya. 


Pasar mata uang adalah pendorong utama lain dari harga emas spot. Meskipun emas diperdagangkan di seluruh dunia, emas sering kali dinyatakan dalam dolar. Ketika dolar menguat, hal itu membuat emas relatif lebih mahal bagi pembeli asing dan berpotensi menyebabkan penurunan harga spot. Di sisi lain, dolar yang lebih lemah berpotensi membuat emas relatif lebih murah bagi investor asing, dan berpotensi menyebabkan harga emas spot naik.

Apakah Harga Emas Spot Sama di Mana-mana?

Emas diperdagangkan dan digunakan di seluruh dunia untuk tujuan investasi, pembuatan perhiasan, dan sebagai alat tukar. Karena satu ons emas sama nilainya baik di AS maupun di Jepang, harga emas spot secara teoritis sama di mana-mana. 


Tentu saja, perbedaan nilai mata uang juga dapat memengaruhi harga emas, dan premi dealer juga dapat bervariasi. Dengan menggunakan harga emas spot, logam kuning ini dapat dibeli di mana saja menggunakan mata uang apa pun. Misalnya, jika harga emas spot adalah $1100 per ons dan Anda ingin membeli emas di Jepang, Anda dapat menghitung konversi mata uang yang diperlukan untuk membeli emas menggunakan Yen Jepang. 


Emas diperdagangkan di seluruh dunia, dan karenanya harganya selalu berubah. Beberapa pusat perdagangan emas utama meliputi AS, London, Zurich, India, dan banyak lagi. Pasar emas spot pada dasarnya selalu terbuka, karena pasar mengikuti pergerakan matahari.  

Sumber : goldprice.org


Rabu, 28 Januari 2026

Skema Ponzi Dana Syariah Indonesia

Sumber CNBC Indonesia —  Aktivitas DSI terindikasi sebagai skema ponzi yang dibungkus dengan konsep syariah.

Deputi Bidang Pemberantasan PPATK Danang Tri Hartono mengungkapkan berdasarkan data transaksi keuangan periode 2021 hingga 2025, PT DSI berhasil menghimpun dana masyarakat sebesar Rp7,478 triliun. Dari jumlah tersebut, dana yang telah dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk imbal hasil tercatat sebesar Rp6,2 triliun.

Terdapat selisih dana yang belum dikembalikan kepada masyarakat kurang lebih Rp1,2 triliun. Dari selisih dana tersebut sekitar Rp167 miliar digunakan untuk biaya operasional perusahaan. Biaya itu meliputi kebutuhan listrik, internet, sewa tempat usaha, gaji, iklan, serta pengeluaran operasional lainnya.

Selain itu, sekitar Rp796 miliar disalurkan ke perusahaan-perusahaan terafiliasi dengan DSI. Berdasarkan temuan PPATK, perusahaan-perusahaan tersebut secara kepemilikan masih berada di bawah kendali pihak yang sama.

Tak hanya itu, PPATK juga menemukan aliran dana sekitar Rp218 miliar yang dipindahkan ke perorangan atau entitas lain yang juga terafiliasi. Dari pola transaksi tersebut, PPATK menilai pihak yang paling menikmati aliran dana adalah afiliasi-afiliasi perusahaan tersebut.

Sebagai langkah pencegahan, PPATK telah menghentikan transaksi DSI dan sejumlah pihak terafiliasi sejak 18 Desember 2025. Penghentian tersebut mencakup 33 rekening dengan total saldo sekitar Rp 4 miliar.

Perkara ini bermula dari aduan kesulitan penarikan dana yang disampaikan lender sejak Juni 2025. Dalam skema pendanaan, DSI menjanjikan bagi hasil sebesar 23% dengan porsi 18% untuk lender dan sisanya menjadi bagian perusahaan.

Dalam praktiknya, dana yang dihimpun dari lender diduga tidak digunakan sebagaimana mestinya. Penyidik menduga DSI menciptakan borrower fiktif maupun memanfaatkan borrower asli dengan proyek fiktif tanpa sepengetahuan pihak borrower.


Modus Kecurangan (sumber CNN)

Modus yang dilakukan perusahaan DSI sehingga terindikasi fraud.

Pertama, DSI menggunakan data borrower rill untuk menciptakan proyek fiktif sebagai underlying untuk membeli dana baru.

Kedua, perusahaan pinjol tersebut mempublikasikan informasi yang tidak benar di website untuk menggalang dana lender.

Ketiga, perusahaan menggunakan pihak terafiliasi sebagai lender untuk memancing orang lain ikut bergabung.

Keempat, menggunakan rekening perusahaan vehicle yang didirikan oleh manajemen DSI untuk menerima aliran dana dari escrow atau rekening penampungan dana lender.

Kelima, menyalurkan dana lender kepada perusahaan terafiliasi. 

Keenam, menggunakan dana lender yang belum dialokasikan untuk membayar yang lain atau dikenal sebagai skema ponzi.

Ketujuh, menggunakan dana lender untuk melunasi pendanaan borrower macet, dan melakukan pelaporan tidak benar. 

Terakhir, melakukan pelaporan tidak benar sesuai kondisi penyelenggara yang sesungguhnya, kepada OJK maupun publikasi kepada masyarakat.





Minggu, 18 Januari 2026

Kunci Pertumbuhan Ekonomi 10 Persen ala Vietnam


Kunci Pertumbuhan Ekonomi 10 Persen ala Vietnam

Eko Nordiansyah • 15 January 2026 22:08

  

Jakarta: Menatap tahun 2026, pemerintah Vietnam tidak ingin berpuas diri. Usai mencetak pertumbuhan ekonomi sebesar 8,02 persen di 2025, Perdana Menteri Pham Minh Chinh, telah menetapkan target ambisius di tahun 2026 dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 10 persen.

Perekonomian Vietnam pada 2026 ini berada dalam kondisi yang relatif optimis meskipun tetap dihadapkan oleh tantangan dinamika pasar global. Melansir dari Vietnam.vn, pemerintah Vietnam telah mempersiapkan sejumlah rencana strategis untuk mewujudkan target pertumbuhan dua digit. Pemerintah tak hanya dituntut mampu menangkap peluang baru, namun juga lebih sigap dan adaptif dalam merespon tekanan rantai pasok internasional. 

Strategi menyambut pertumbuhan 10 persen

Berikut merupakan rincian strategi yang telah disiapkan pemerintah Vietnam dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi 10 persen yang dirilis oleh Kantor Statistik Nasional Vietnam:

• Persatuan seluruh sistem politik untuk memastikan kebijakan berjalan efektif dan selaras. 

• Penguatan sektor industri sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi.

• Optimalisasi peran daerah dalam mendorong investasi dan ekonomi lokal.

• Memanfaatkan peluang baru yang muncul.

• Menjaga momentum pertumbuhan melalui kebijakan yang berkelanjutan.

• Kewaspadaan terhadap perdagangan global guna mengantisipasi risiko eksternal.

Target 10 persen di mata para ahli

Ambisi pertumbuhan dua digit ini pun menarik perhatian luas, termasuk dari kalangan ekonom dan pengamat kebijakan di Vietnam yang mulai memberikan berbagai pandangan dan catatan kritis. Berikut sejumlah pandangan ahli soal target pertumbuhan 10 persen dilansir dari Vietnam.vn.


Seorang ahli bernama Dr. Nguyen Tri Hieu, menilai 2026 sebagai momentum emas bagi Vietnam. Target pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) 10 persen atau lebih bukan hanya bernilai ekonomi, namun juga menjadi sinyal kekuatan internal yang mampu meningkatkan kepercayaan pelaku usaha dan para investor. Ditambah adanya dukungan dari investasi infrastruktur, teknologi tinggi, serta transformasi digital sektor keuangan untuk menarik investasi asing langsung (FDI) berkualitas.


Meski peluangnya besar, Dr. Nguyen Tri Hieu, juga menyatakan bahwa target pertumbuhan digit tetap menjadi ujian besar bagi kapasitas kebijakan dan sistem keuangan Vietnam. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan pembenahan pada sistem keuangan agar aliran modal benar-benar mengalir ke sektor produktif. 


Di sisi lain, perwakilan komunitas bisnis Hanoi, Dr. Mac Quoc Anh, menyambut optimistis kebijakan awal 2026. Target pertumbuhan 10 persen dan pendekatan manajemen yang cepat dinilai memberi dorongan baru bagi sektor swasta. Sementara komitmen digitalisasi dan ekonomi hijau membuka peluang lebih besar bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk masuk ke rantai nilai global. Prioritas investasi infrastruktur dan teknologi tinggi juga dianggap mampu mengatasi hambatan logistik dan teknologi.


Meski begitu, Dr. Mac Quoc Anh juga memandang bahwa 2026 sebagai momen perubahan besar bagi UKM Vietnam. Rencana besar ini menuntut pelaku usaha cepat beradaptasi dengan standar perdagangan dan lingkungan global yang semakin ketat. Oleh karena itu, pelaku bisnis berharap pemerintah dapat mengambil langkah strategis guna menekan biaya dan meningkatkan daya saing. (Alfiah Ziha Rahmatul Laili)


Kamis, 15 Januari 2026

Kripto, Belajar dari Kasus Timothy Ronald

Di Indonesia, terutama bagi Gen Z, kripto sudah menjadi mimpi instan untuk cepat kaya di usia muda. Mimpi yang dibangun dari hasil menonton youtube dari influencer kripto, anak muda yang menjadi pakar dan seakan akan tahu masa depan akan seperti apa.

Influencer kripto yang sangat berpengaruh  dan menjadi panutan namanya Timothy Ronald. Koko ini sudah menjadi “tokoh” yang didengarkan dan tempat membangun mimpi menjadi millionaire di usia muda.

Tapi sekarang influencer yang sekaligus pendiri Akademi Crypto, seperti influencer lainnya yang menjual mimpi cepat kaya, akhirnya juga terseret laporan dugaan penipuan investasi kripto, pasti banyak yang kaget, apalagi follower youtube-nya yang banyak itu, pasti sekarang pada bilang hah !!! masak sih. 

Timothy ini dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 9 Januari 2026 dengan dugaan penipuan “investasi kripto”. dengan Nilai kerugian satu orang investor sampai sekitar Rp3 miliar, semoga tidak bertambah lagi yang melapor. Janjinyakalau investasi di bursa kripto potensi keuntungan bisa sampai 300% sampai 500%. Luar biasa.


Mengapa janji investasi kripto ini bahaya

1) Terlalu indah untuk diyakini kebenarannya

Kripto memang memungkinkan keuntungan besar, tetapi selalu disertai risiko besar. Masalah muncul ketika narasi kripto dipakai untuk menjual kepastian, misalnya janji imbal hasil ekstrem. Klaim potensi 300–500% yang disebut dalam keterangan polisi (versi pemberitaan) terdengar “menggoda” sekaligus menjadi red flag paling klasik: kalau terdengar terlalu indah untuk jadi kenyataan, biasanya malah berpotensi jadi penipuan.

2) Influencer dengan flexing-nya

Pola menjual mimpi dengan menampilkan anak muda tampil sukses, punya mobil Ferari, liburan ke luar negeri dan biasanya dibumbui dengan sikap filantropi ini sudah pernah juga terjadi.  Ingat kasus Indra Kenz atau Doni Salmanan ? sekarang mereka barangkali masih di penjara, sementara korbannya meratapi uang yang lenyap.

Belum lama ini kita juga membaca kasus perampokan dan pembunuhan di Serang, pelakunya seorang karyawan yang mengaku sebagai korban investasi kripto, bangkrut dan kehilangan akal sehatnya. Kasus yang lebih mirip judi daripada investasi.

Orang ini pasti tertarik berinvestasi bukan karena faham produk kripto-nya atau memahami risikonya tapi tertarik dengan mimpi kaya cepat yang dijual influencer-nya.

OJK sendiri secara eksplisit sebenarnya sudah mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap kegiatan yang dikemas sebagai edukasi, literasi, seminar, atau komunitas kripto tetapi di dalamnya ada ajakan memakai platform yang mempromosikan produk yang tidak berizin. Tapi peserta digiring untuk berinvestasi pada platform ini.


Apa yang seharusnya diperhatikan

OJK pada 19 Desember 2025 menerbitkan Whitelist platform/aset keuangan digital dan kripto yang berizin/terdaftar, sekaligus menekankan prinsip “Legal dan Logis (2L)”:

• Legal: pastikan entitas, produk, dan aplikasi memiliki izin yang tepat dan tercantum di whitelist.

• Logis: cermati janji imbal hasil; jika tidak wajar/terlalu tinggi, patut dicurigai sebagai potensi penipuan atau skema ilegal. 

Ikut ikutan belajar kripto tentu boleh, tapi gak perlu terlalu terkesima dengan cerita kisah sukses pembicaranya, tetap berpikir logis dan kritis. Apalagi kalau rugi si pengajar atau influencer bisa berdalih hanya mengajar, keputusan ditangan masing masing.  






Sabtu, 10 Januari 2026

Fraud Triangle Dalam Kasus Nadiem

Saya pernah menjadi pengagum mas Nadiem ini, terobosannya dengan gojek merupakan inovasi yang luar biasa, ya hebat dalam gagasan dan eksekusinya, juga luar biasa dampak ekonominya bagi Masyarakat. 

Lulusan Harvard University semakin memperlihatkan betapa cemerlangnya orang ini, hanya segelintir orang di Indonesia yang bisa kuliah disini.  

Kalau sekarang Nadiem Makarim ini menjadi terdakwa kasus korupsi memang mengherankan da membuatt saya kecewa, ini bisa dibilang pelaku yang anomali (jika terbukti). Nadiem ini didakwa merugikan negara mencapai Rp 2,1 triliun dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook sewaktu dia menjadi Menteri Pendidikan.  


Proyek yang dari tuntutan Jaksa menjadi pekerjaan yang tidak berguna dan hanya menghabiskan uang negara, serta dugaan adanya korupsi oleh pembantu dekatnya. Juga diduga mengalir ke Nadiem melalui gojek. Sejuta laptop chrome book ini akhirnya tidak bisa digunakan di daerah 3T.


Hal ini membuat tujuan asesmen nasional berbasis komputer tidak tercapai. Termasuk untuk proses belajar mengajar bagi guru dan murid.


Tapi apakah Chromebook yang “kurang cocok” di wilayah minim internet bisa juga dibaca sebagai misjudgment kebijakan/implementasi, bukan otomatis korupsi. Karena itu, pembeda kuncinya adalah bukti niat atau mens rea & penyalahgunaan wewenang dalam kasus ini : misalnya terjadi pengondisian tender, konflik kepentingan, aliran manfaat, manipulasi kajian teknis sehingga proyek terkesan feasible, dsb. Tapi dari berbagai sumber sampai saat ini tidak bukti ada aliran dana ke Nadiem secara langsung.

Jika kasus ini dibahas melalui pendekatan teori Fraud Triangle (Pressure–Opportunity–Rationalization), bisa dijelaskan sbb.:

1) Opportunity (kesempatan) 

Menurut tuntutan dari Kejaksaan, disebutkan adanya dugaan permainan dalam penetapan spesifikasi yang mengunci ChromeOS, termasuk melalui penyusunan juknis/juklak dan lampiran regulasi yang mengarah pada ChromeOS. Kalau ini terbukti, artinya memang fraud ini sudah dirancang sejak awal proyek ini diadakan. Karena menutup peluangg terjadinya persaingan harga, bisa diduga ada niat (mens rea) yang menguntungkan sebagian orang. 

2) Pressure 

Kalau konteks-nya pressure adalah tekanan bagi Nadiem secara ekonomi, rasanya tidak masuk akal karena Nadiem sudah kaya dan sukses sebelum jadi menteri. Kecuali sifat greedy yang mendorong-nya ini atau dorongan orang di-sekelilingnya yang punya kepentingan bisnis. 

Dugaan kepentingan orang dekat ini diperkuat dengan bukti bahwa staff ahlinya adalah orang dekat Google. Melalui jalur investasi  Google di Gojek inilah uang masuk ke Nadiem, kalau terbukti ini Namanya suap dengan jalan menikung.  Tapi gagal di tikungan terakhir

3) Rationalization (rasionalisasi) — 

Narasi yang sering disampaikan oleh Nadiem dan teamnya bahwa pengadaan ini untuk mempercepat pendidikan berbasiskan computer sebagai salah satu tujuan pemerintahan masa itu.

Nama Nadiem sebagai contoh orang sukses karena digitalisasi bisa dijual untuk membenarkan pembelian yang diarahkan pada satu brand Chrome, meskipun banyak pendapat lain yang menyebutkan Chrome ini tidak cocok. Karena daerah 3T masih sangat terbatas akses internet-nya.





Rabu, 07 Januari 2026

Memiliki Sikap Dalam Menjalani Hidup

Suatu hari, seorang kakek dan cucunya berjalan menyusuri desa menuju kota. Bersama mereka ada seekor keledai yang setia.


Karena perjalanan cukup jauh, si kakek naik ke punggung keledai, sementara sang anak berjalan di sampingnya.

Belum lama mereka berjalan, orang-orang desa mulai berbisik.


“Kasihan sekali anak itu,” kata seseorang.

“Kakeknya tega duduk enak, sementara anak kecil disuruh jalan,” kata yang lain.


Mendengar itu, kakek pun merasa tak enak hati. Ia turun, lalu menyuruh cucunya naik ke keledai.

Mereka melanjutkan perjalanan.


Tak lama kemudian, mereka bertemu rombongan lain.

“Aneh benar,” kata orang-orang itu.

“Anak kecil duduk santai, kakeknya dibiarkan berjalan.”


Kakek kembali ragu. Akhirnya ia naik bersama cucunya, berdua di atas keledai.


Belum jauh berjalan, suara-suara kembali terdengar.

“Wah, kejam sekali!”

“Keledai sekecil itu ditunggangi dua orang. Bisa-bisa punggungnya patah!”


Merasa bersalah, mereka pun turun. Kali ini, baik kakek maupun cucu berjalan kaki, membiarkan keledai berjalan kosong di depan mereka.


Namun, komentar tak berhenti juga.

“Bodoh sekali,” kata orang-orang.

“Punya keledai tapi malah jalan kaki!”


Akhirnya, si kakek berhenti. Ia menatap cucunya dan berkata pelan,

“Sekarang kamu tahu. Apa pun yang kita lakukan, selalu ada orang yang tidak setuju.”


Mereka pun melanjutkan perjalanan—

bukan lagi untuk menyenangkan orang lain,

melainkan dengan hati yang lebih tenang dan yakin.




Mengapa Dana Syariah gagal bayar ?

Mengapa Dana Syariah Indonesia gagal bayar ? dari berbagai sumber media dapat disimpulkan penyebabnya adalah sbb.:

Krisis likuiditas 

Bisnis P2P ini sangat bergantung juga pada factor kepercayaan Lender-nya atau orang yang menaruh duitnya di platform P2P, harapan sebagai Lender sudah pasti dapat return yang tinggi dan dibayarkan tepat waktu. Seorang Lender biasanya akan menempatkan atau memecah penempatan dananya pada berbagai proyek yang ditawarkan dalam platform P2P. Oleh karena itu apabila ada proyek yang terlambat bayar atau masuk gagal bayar, pasti mereka akan berusaha segera menarik semua dananya dan tidak mau lagi menempatkan dana di platform ini. Akibatnya pasti Perusahaan P2P ini akan semakin kesulitan dalam likuiditasnya. 

Berita buruk ini akan cepat tersebar dan membuat semakin tingginya permintaan penarikan dana oleh Lender atau terjadi “rush”.

Konsentrasi pembiayaan pada proyek properti  

DSI ber- fokus pada pendanaan/pembiayaan developer proyek properti. Karakter pembiayaan proyek seperti ini cenderung bergantung pada progres proyek/penjualan, sehingga bila ada keterlambatan penyelesaian proyek dan ini lazim terjadi dalam bisnis property atau lesunya ekonomi menyebabkan proyek lambat terjual dan menyebabkan borrower gagal bayar tepat waktu. Dampaknya pembayaran untuk lender-pun menjadi terkendala. 

Kurangnya Mitigasi risiko  

Dari berita di berbagai media ternyata DSI tidak menyediakan asuransi atau memang belum termasuk dana yang ditanggung oleh LPS, sebagai mitigasi gagal bayar borrower terhadap lender. Tanpa manajemen risiko dalam bentuk risk transfer semacam itu, terjadinya gagal bayar oleh borrower akan langsung menyebabkan tekanan likuiditas pada platform P2P.

Sanksi dari Regulator

Penjatuhan sanksi Pembatasan Kegiatan Usaha dari OJK berupa larangan penggalangan/penyaluran dana baru, pembatasan tindakan atas aset, menyebabkan semakin sulitnya bagi DSI mendapatkan dana untuk meningkatkan likuiditasnya. Keputusan OJK ini tentunya merupakan perlindungan konsumen .


Namun bisa jadi kasus ini bergulir menjadi kasus hukum dan tidak tertutup adanya potensi fraud yang dilakukan oleh Manajemen DSi.






Senin, 05 Januari 2026

Harga Emas Melonjak Akibat Tindakan Trump

JAKARTA - Harga emas di perdagangan Asia melonjak pada Senin (5/1) setelah operasi militer Amerika Serikat di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro.

Mengutip investing.com, emas spot tercatat naik 1% ke level US$4.374,92 per ons pada pukul 18.59 ET (00.59 GMT), sedangkan kontrak berjangka emas AS untuk preiode Maret menguat 0,8% ke US$4.381,10 per ons.

Aksi borong aset safe haven ini dipicu oleh pejabat AS yang mengonfirmasi bahwa Maduro ditahan dalam penggerebekan di Caracas pekan lalu (3/1), dan diterbangkan ke Amerika Serikat untuk menghadapi sejumlah dakwaan pidana.

Presiden Donald Trump menyebut penangkapan Maduro sebagai “langkah tegas” melawan yang ia sebut "rezim kriminal," seraya menegaskan AS akan memastikan “transisi yang aman dan tertib” di Venezuela.

Operasi tersebut merupakan intervensi AS paling signifikan di Venezuela dalam beberapa dekade terakhir.

Hal ini memicu kecaman dari sejumlah negara, sementara para pelaku pasar mulai menimbang dampak gejolak ini terhadap stabilitas kawasan serta pasar energi.

Venezuela sendiri memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, namun produksinya tertekan sanksi berkepanjangan dan minimnya investasi.

Dengan demikian, langkah AS ini menambah ketidakpastian terhadap pasokan minyak mentah Venezuela dalam jangka pendek.

Di sisi lain, bagi komoditas emas, eskalasi geopolitik ini memperkuat sentimen positif yang sudah ada.

Lonjakan harga logam mulia ini didukung ekspektasi pemangkasan suku bunga AS tahun ini, pembelian berkelanjutan oleh bank sentral, serta kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Tak hanya itu, di pasar logam mulia lainnya, harga perak melonjak 2,4% ke US$74,32 per ons, sedangkan kontrak berjangka platinum naik 3,1% ke level US$2.209,60 per ons. (DK/ZH)

sumber : idnfinancial.com




Sabtu, 03 Januari 2026

Koin Penyok

Suatu hari, seorang pria tua berjalan sendirian di jalan yang sepi.

Langkahnya pelan, wajahnya biasa saja—seperti hari-hari sebelumnya.

Di tengah jalan, matanya menangkap sesuatu di antara debu dan kerikil.

Sebuah koin penyok .

Bukan emas.

Bukan perak.

Hanya koin tua yang tampak tak berarti.

Ia memungutnya, menimbang sebentar di telapak tangan, lalu menyimpannya.

Di kota, ia singgah di sebuah toko barang antik. Tanpa ia duga, pemilik toko memperhatikan koin itu lebih lama dari yang semestinya.

“Koin ini menarik,” katanya.

“Aku mau menukarnya dengan sebuah arloji.”

Arloji itu bagus. Terawat. Beratnya meyakinkan.

Pria tua itu setuju.

Ia melanjutkan perjalanan. Tak lama kemudian, seseorang melihat arloji di tangannya. Mata orang itu berbinar.

“Aku mau membelinya,” katanya, sambil menyebut harga yang besar.

Pria tua itu menerima uang tersebut. Jumlahnya cukup untuk membuat banyak orang tersenyum sepanjang jalan pulang.

Namun jalan pulang jarang lurus.

Di sebuah tikungan sunyi, beberapa orang menghadangnya.

Tak ada perlawanan.

Tak ada pilihan.

Uang itu berpindah tangan.

Mereka pergi, meninggalkannya berdiri sendiri—tanpa arloji, tanpa uang.

Beberapa saat kemudian, seorang anak muda yang menyaksikan kejadian itu mendekat dengan wajah prihatin.

“Pak,” katanya pelan,

“apa yang diambil oleh perampok tadi?”

Pria tua itu menatap jalan di depannya, lalu menjawab tenang:

“Hanya sebuah koin penyok .”

------------------------

Pelajaran yang Bisa Diambil
Kehilangan sering terasa besar karena kita menghitungnya dari puncak,
bukan dari titik awal.
Pria tua itu tidak menyangkal apa yang terjadi.
Ia hanya memilih titik rujukan yang berbeda.
Ia tidak berkata, “Aku kehilangan uang banyak.”
Ia tidak berkata, “Aku hampir kaya.”
Ia hanya kembali ke awal cerita—saat segalanya bermula dari sebuah koin penyok.
Kadang yang membuat kita menderita bukan peristiwa itu sendiri,
melainkan cerita yang kita bangun tentang apa yang “seharusnya” menjadi milik kita.
Jika cerita itu dilepas,
kehilangan pun mengecil dengan sendirinya.



Sumber : Earlando Forum




Jumat, 02 Januari 2026

Insentif Mobil Listrik Dicabut Pemerintah

momobil.id – Lanskap otomotif Indonesia bersiap menghadapi pergeseran besar per 1 Januari 2026. Berakhirnya masa berlaku insentif impor kendaraan listrik (EV) pada penghujung 2025 menjadi titik balik bagi para manufaktur global untuk membuktikan komitmen industrialisasi mereka di tanah air. 

Kebijakan ini tidak hanya menuntut lokalisasi produksi, tetapi juga diprediksi akan mengubah peta persaingan antara mobil listrik murah dan segmen Low Cost Green Car (LCGC).

Dari Impor Menuju Manufaktur Lokal

Pemerintah menetapkan batasan tegas bagi merek-merek yang sebelumnya menikmati relaksasi pajak impor, seperti BYD, VinFast, Geely, hingga GWM. Mulai tahun 2026, perusahaan-perusahaan tersebut wajib menjalankan skema produksi berimbang dengan rasio 1:1. 

Artinya, jumlah unit yang diproduksi di pabrik dalam negeri harus setara dengan volume unit yang telah mereka impor ke pasar Indonesia selama masa insentif.

Kewajiban ini dibarengi dengan target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang progresif:

– Fase 2022–2026: Standar minimal TKDN wajib mencapai 40% melalui perakitan Completely Knocked Down (CKD).

– Fase 2027: Target meningkat ke angka 60% dengan transisi metode ke Incompletely Knocked Down (IKD).

– Target Jangka Panjang: Pencapaian nilai lokal sebesar 80% akan didorong melalui skema manufaktur komponen secara parsial (part-by-part).

Langkah ini bertujuan agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pusat rantai pasok komponen inti kendaraan listrik di kawasan regional.


Efek Domino pada Harga Mobil Listrik di Indonesia

Selama periode 2023 hingga 2025, adopsi kendaraan listrik di Indonesia melaju pesat dengan populasi mencapai 207.000 unit pada akhir 2024 tumbuh sebesar 78 persen dalam setahun. 

Namun, lonjakan ini sangat bergantung pada intervensi fiskal berupa pembebasan bea masuk dan PPN DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah).

Ketika subsidi impor CBU (Completely Built Up) dicabut, harga unit listrik yang belum mencapai standar TKDN 40 persen dipastikan akan melonjak tajam. Hal ini menciptakan celah ekonomi baru:

1. Melebarnya Selisih Harga: EV kelas pemula di rentang Rp200 juta hingga Rp400 juta yang sebelumnya bersaing ketat dengan LCGC akan mengalami koreksi harga ke atas.

2. Sensitivitas Cicilan: Konsumen menengah-bawah sangat memperhatikan besaran angsuran bulanan. Kenaikan harga unit akibat pajak penuh akan membuat skema kredit EV menjadi kurang kompetitif dibandingkan mobil konvensional.


Peluang Meningkatkan Permintaan Mobil LCGC

Segmen LCGC, yang dihuni oleh model-model seperti Toyota Agya, Daihatsu Sigra, dan Honda Brio Satya, berpotensi mengalami kebangkitan struktural pada 2026. 

Jika sebelumnya banyak pembeli mobil pertama beralih ke EV karena harga yang kompetitif berkat subsidi, kini daya tarik ekonomis LCGC kembali menguat.

Mobil bermesin pembakaran internal (ICE) yang saat ini menguasai sekitar 82,2 persen pangsa pasar (data per Juli 2025) tetap memiliki keunggulan pada infrastruktur pengisian bahan bakar yang merata serta biaya perawatan yang lebih terprediksi bagi masyarakat di luar kota besar. 

Bagi mereka yang memiliki anggaran terbatas di angka Rp200 juta hingga Rp300 jutaan, LCGC kembali menjadi pilihan yang paling masuk akal secara finansial.

Fase Penetrasi Pasar Otomotif

Tahun 2026 akan menjadi periode pendewasaan bagi pasar otomotif. Pertumbuhan kendaraan listrik tidak lagi didorong oleh “euforia insentif”, melainkan oleh kematangan ekosistem. 

Merek yang berhasil mengamankan TKDN 40 persen akan tetap menikmati PPN rendah sebesar 1 persen, menjadikan mereka pemimpin pasar di era baru ini. 

Sementara bagi merek yang gagal melakukan lokalisasi, mereka harus bersiap menghadapi penurunan minat beli karena harga yang tidak lagi terjangkau oleh pasar entry-level.

Jika Anda berencana membeli mobil listrik dari merek yang belum memiliki pabrik di Indonesia, harga di tahun 2026 kemungkinan besar akan lebih mahal dibanding tahun 2025. 

Sebaliknya, mobil listrik yang sudah dirakit lokal dengan TKDN tinggi akan tetap stabil dan menjadi pemimpin pasar, bersaing ketat kembali dengan mobil LCGC.



sumber : Momobil.id