Senin, 19 Oktober 2026

Hukuman Mati Boss BAIC

 

Sebagian kita mungkin sudah mengenal mobil yang dihasilkan oleh Produsen BAIC dari China, terutama di Jakarta sudah ada dealer mobilnya di Bekasi. Tapi mereka  masih merek kecil di Indonesia, masih sangat jauhlah dibawah BYD atau Cherry yang sudah sangat populer dengan EV-nya.  BAIC ini merupakan Perusahaan milik pemerintah China, kalau di Indonesia saya kira termasuk BUMN industri strategis sepertti Pindad.

Model terlaku—nya BAIC adalah mobil dengan tipe BJ30 HEV yang menyumbang sekitar 56 persen penjualan BAIC di Indonesia.  Tidak sedikit prestasi Xu selama 13 tahun memimpin BAIC, dia berhasil membawa Perusahaan menjadi pemain Global, BAIC juga menjadi pemegang saham terbesar di Perusahaan Mercedez Benz. 

Tapi yang ingin saya ceritakan bukan soal keberhasilan industri mobil China menerobos pasar mobil di Indonesia. Tapi ada yang lebih menarik dari kisah Xu Heyi mantan Boss BAIC selama 13 tahun yang akhirnya menjadi tersangka kasus korupsi.  

Xu lahir di Beijing pada bulan November 1957. Prestasi akademis Xu juga gak kaleng kaleng, dia adalah seorang Doktor dalam bidang science and engineering.  Xu juga seorang politisi, dia adalah anggota perwakilan  dari  kongres nasional Partai Komunis Cina.  

Alkisah negeri komunis dan tidak ada fatwa korupsi itu haram, namun hakim disana tidak peduli dengan nama besar atau networking politik. Xu juga merupakan ketua dewan partai komunis di BAIC group dan dengan kedudukannya pasti juga memiliki banyak koneksi politik.

Meskipun sudah pensiun, namun pada tahun 2023 Komisi Inspeksi Disiplin dan Pengawasan Beijing, melakukan pemeriksaan atas  dugaan "pelanggaran serius terhadap disiplin dan hukum", ini istilah yang dipakai otoritas Cina untuk menyebut kasus korupsi.

Xu kemudian terbukti bersalah memanfaatkan posisinya untuk memperkaya diri, melalui suap dan pencucian uang. Dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan eksekusi selama 2 tahun, semua asset beserta bunganya disita dan disetorkan ke kas negara. Benar benar tidak ada ampun bagi pejabata yang melakukan korupsi.

Belajarlah sampai ke negeri China.





The Fed dan Harga Emas

 

Harga emas sebenarnya juga tidak berkorelasi dengan tingkat inflasi, kecuali kalau inflasi tersebut terjadinya di AS. Misalnya mengapa harga emas saat ini turun terus menerus, apakah karena pasar sedang diguyur dengan stock emas yang berlebihan ? jawabannya tidak, supply emas tidak akan banyak berubah karena perusahaan tambang emas tidak dapat seketika meningkatkan produksinya. tidak seperti beras yang ada musim panen sehingga pasar berlimpahan beras. Atau ada bank sentral yang melepas cadangan devisanya besar besaran ? tidak juga, karena bank sentral memiliki gentlemen agreement untuk membatasi emas yang dilepas.

Masalah ini dimulai dari perang Iran vs Amerika di selat Hormuz, karena kapal kapal tanker pembawa minyak dirudal oleh Iran, biaya transportasi dan asuransi untuk menyalurkan minyak dari timur tengah ke Amerika menjadi terhambat dan mahal. Harga BBM di Amerika menjadi mahal, akibatnya terjadi peningkatan inflasi di AS . Data inflasi di AS per September 3,7%, angka ini jauh di atas target the Fed yang hanya 2%. 

Bukan inflasinya yang berpengaruh langsung ke harga emas, tapi kebijakan bank sentralnya. untuk menekan uang beredar akibat tingginya inflasi, The Fed-Bank Sentralnya AS menaikkan suku bunga dan menyeret kenaikan bunga obligasi. Jadilah  investor besar  berinvestasi ke surat berharga AS. Akibatnya emas ditinggalkan, pemodal besar beralih membeli surat berharga di AS.

Apakah inflasi tinggi di Indonesia akan berpengaruh ke harga emas ? sepertinya nyaris tidak ada pengaruhnya. Apalagi kalau terjadi di Zimbabwe. Yang pottensi terjadi adalah  nasabah bank emok meningkat. Surat berharga Indonesia sepertinya tidak besar pengaruhnya dalam menarik minat investor global. 

tapi kalau nilai rupiah terus melemah akibat inflasi, nilai emas akan semakin mahal untuk pasar domestik karena karena emas diperdagangkan dalam nilai US$/tr.ounce. makin turun nilai rupiah, semakin mahal harga beli emas.

Jadi kalau terjadi krisis akibat perang di Rusia atau Timur Tengah, jangan langsung berpikir, wah ini emas akan jadi safe heaven. Tidak secara otomatis karena sekarang kalau punya banyak uang, banyak heaven lainnya. Surat berharga yang diterbitkan AS, Jerman atau China selama returnnya tinggi akan jadi heaven bagi pemilik modal.  

Jadi apa yang perlu dilihat ? kalau laporan tingkat inflasi di AS turun, maka besar kemungkinan the fed akan menurunkan suku bunganya. emas punya potensi  akan naik lagi. Apakah kalau tingkat inflasi AS turun, saatnya beli emas ? belum tentu juga, punya duit apa nggak saat itu terjadi ? dalam kondisi ekonomi yang sulit, membeli emas bukan keputusan yang bijak - karena emas tidak mendatangkan cashflow kecuali emasnya dijual.