Sebagian kita mungkin sudah mengenal mobil yang dihasilkan oleh Produsen BAIC dari China, terutama di Jakarta sudah ada dealer mobilnya di Bekasi. Tapi mereka masih merek kecil di Indonesia, masih sangat jauhlah dibawah BYD atau Cherry yang sudah sangat populer dengan EV-nya. BAIC ini merupakan Perusahaan milik pemerintah China, kalau di Indonesia saya kira termasuk BUMN industri strategis sepertti Pindad.
Model terlaku—nya BAIC adalah mobil dengan tipe BJ30 HEV yang menyumbang sekitar 56 persen penjualan BAIC di Indonesia. Tidak sedikit prestasi Xu selama 13 tahun memimpin BAIC, dia berhasil membawa Perusahaan menjadi pemain Global, BAIC juga menjadi pemegang saham terbesar di Perusahaan Mercedez Benz.
Tapi yang ingin saya ceritakan bukan soal keberhasilan industri mobil China menerobos pasar mobil di Indonesia. Tapi ada yang lebih menarik dari kisah Xu Heyi mantan Boss BAIC selama 13 tahun yang akhirnya menjadi tersangka kasus korupsi.
Xu lahir di Beijing pada bulan November 1957. Prestasi akademis Xu juga gak kaleng kaleng, dia adalah seorang Doktor dalam bidang science and engineering. Xu juga seorang politisi, dia adalah anggota perwakilan dari kongres nasional Partai Komunis Cina.
Alkisah negeri komunis dan tidak ada fatwa korupsi itu haram, namun hakim disana tidak peduli dengan nama besar atau networking politik. Xu juga merupakan ketua dewan partai komunis di BAIC group dan dengan kedudukannya pasti juga memiliki banyak koneksi politik.
Meskipun sudah pensiun, namun pada tahun 2023 Komisi Inspeksi Disiplin dan Pengawasan Beijing, melakukan pemeriksaan atas dugaan "pelanggaran serius terhadap disiplin dan hukum", ini istilah yang dipakai otoritas Cina untuk menyebut kasus korupsi.
Xu kemudian terbukti bersalah memanfaatkan posisinya untuk memperkaya diri, melalui suap dan pencucian uang. Dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan eksekusi selama 2 tahun, semua asset beserta bunganya disita dan disetorkan ke kas negara. Benar benar tidak ada ampun bagi pejabata yang melakukan korupsi.
Belajarlah sampai ke negeri China.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar