Senin, 05 April 2021

Customer Path Era Digital




Awareness, Di era digital ini informasi didapatkan dari percakapan di media digital. Sharing gambar dan Percakapan di dunia maya dari teman atau saudara dengan menggunakan instagram atau facebook  menjadi konfirmasi bagi calon customer menentukan keputusan selanjutnya. 


Appeal, Semakin attractive materi promosi baik online maupun offline akan semakin berpotensi masuk short list brand yang diminati.  untuk menarik pengunjung ke media sosial perusahaan yang diperlukan adalah membuat content digital yang sesuai dengan target marketnya.


Asking, Pada era digital ini pencarian informasi lebih banyak dilakukan melalui media online  seperti Instagram, facebook dan official website. Melalui social media konsumen akan dengan mudah menemukan materi promosi dan review nya di youtube, Instagram maupun facebook.


Act, Customer sudah mengambil keputusan dengan melakukan pembelian. Selanjutnya pada fase post purchase bisa jadi akan melakukan pembelian kembali atau tidak, tergantung tingkat kepuasan pada saat melakukan transaksi.


Advocacy customer, Customer yang sangat puas setelah melakukan pembelian akan memberikan rekomendasinya kepada teman dan saudaranya. Pada era digital sikap advocacy ini dapat dengan memberikan bintang 5 dalam review atau memberikan comment positif di social media.



Sabtu, 03 April 2021

Laba Huawei 2020

Laba Huawei 2020

Perang Huawei yang memicu perang dagang antara Amerika dengan China sepertinya akan dimenangkan oleh Huawei. Perang dagang antara  Amerika dengan China ini dimulai dari tuduhan pencurian teknologi yang dilakukan oleh Huawei.  Kemudian tuduhan transaksi yang dilakukan dengan perusahaan Iran yang sedang dalam status blacklist karena terkait dengan pengembangan rudal nuklir Iran. 

Salah satu korbannya adalah Sabrina Meng, CEO Huawei yang sempat ditahan oleh otoritas Kanada dan sampai sekarang masih belum bisa meninggalkan Kanada karena menghadapi berbagai tuntutan hukum. 

Donald Trump sewaktu jadi presiden AS  juga memasukkan Huawei dalam daftar Black List perdagangannya. Akibatnya Alphabet Inc perusahaan induk google terpaksa untuk menghentikan bisnisnya dengan Huawei, artinya Smartphone Huawei tidak lagi bisa menggunakan Google sebagai search engine-nya.

Namun nyatanya meskipun dengan berbagai tekanan, Huawei sekarang sudah memiliki jaringan di 170 negara dan menjadi perusahaan yang terdepan dalam pengembangan teknologi telekomunikasi berbasiskan 5 G. Huawei tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tetap tumbuh penjualan dan labanya. 

Laporan Keuangan Huawei tahun 2020 mencatatkan kenaikan pertumbuhan laba perusahaan sebesar 3,2% atau  sama dengan Rp. 143,6 triliun. Laba Huawei ini sekitar 10 kali lipat laba Pertamina atau sekitar 4,5 kali lipat laba Telkomsel.

Joe Biden menjadi presiden di era Amerika harus berbagi kekuasaan dengan China, sekarang negeri Xi Jin Ping ini bukan lagi Tiongkok dimasa kaisar Daoguang dari dinasti Qing abad ke 19. Negeri yang dengan mudah dikalahkan oleh Inggris hanya dengan membombardir Pelabuhan Canton. 

Program Road belt initiative-nya sudah menjadikan banyak negara tergantung dengan bantuan ekonomi China. Apalagi sejak virus covid 19 menyebar dari Wuhan semakin banyak negara yang tergantung dengan China. Tidak hanya tempat mencari hutang tetapi juga tempat membeli vaksin covid.



Minggu, 14 Maret 2021

Akuisisi softex

Akuisisi Softex



Pada tahun 1971 Kimberly Clark perusahaan yang sudah berdiri sejak tahun 1872 dengan core bussines nya pabrik kertas menunjuk CEO barunya, Darwin E.Smith. Pada saat penunjukkanya sebagai CEO sebagian orang internal merasa perusahaan menunjuk orang yang kurang tepat, karena dianggap terlalu sederhana untuk membawa KC keluar dari kemerosotan yang sudah dialami dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.

Namun ternyata penunjukkan Smith menjadi CEO menjadi suatu keberhasilan yang fenomenal, sebagaimana dengan fenomenalnya penunjukkan Kembali Steve Jobs menjadi CEO Apple di tahun 1997.  Selama 20 tahun kepemimpinannya KC menunjukkan prestasi yang luar biasa, perusahaan tumbuh menjadi perusahaan yang sangat menguntungkan.  

Smith merupakan CEO yang memutuskan fokus baru bisnis KC dari perusahaan pabrik kertas menjadi perusahaan dengan core bussines nya consumer product berbasiskan kertas seperti Huggies Diapers dan Kleenex Tissue. Keputusannya mengubah core bussines KC diibaratkan seperti jenderal yang membawa pasukannya berlabuh dan kemudian membakar kapalnya. Pilihan yang diberikannya ke segenap staff KC  hanya antara sukses atau mati.

Pada saat masuk ke bisnis consumer product berbasiskan kertas, di pasar ada procter & gamble sebagai pemain utamanya. Oleh karena itu smith menyebutkan ke seluruh staffnya, dengan masuk ke bisnis consumer ini menghadapi P&G maka pilihannya adalah menjadi perusahaan hebat atau kalah melawan P&G dan menjadi akhir dari KC.  Keputusan yang kemudian dicatat sebagai keputusan yang brilian dan membawa KC menjadi perusahaan hebat.

Setelah era kepemimpinan Smith  di tada tahun 1995, KC mengakuisisi Scott Paper Company. Akuisisi terhadap perusahaan yang menghasilkan produk Scotties, Cottonelle dan Via Papers ini menciptakan sinergi keunggulan produk KC dan SP. Akuisisi ini juga memperluas lini produk KC di pasar Amerika Serikat. 

Lebih dari sekedar memperluas lini produk, akuisisi ini sekaligus membuka pintu masuk KC  ke pasar Eropa, karena Scott paper sudah memiliki pasar di Eropa. Keputusan yang sekaligus berarti menantang P&G di pasar utamanya. Setelah akuisisi ini KC menjadi perusahaan dengan market share terbesar di kertas tissue mengalahkan P&G, sementara pesaingnya ini tetap menjadi yang terbesar di produk kertas toilet.

Pada tahun 2021 ini KC Kembali membuat gebrakan dengan mengakuisisi perusahaan softex di Indonesia dengan nilai pembelian sebesar Rp. 18 triliun.  Dengan akuisisi softex maka KC akan langsung memiliki akses ke pasar produk popok dan pembalut di Indonesia yang memiliki pasar sangat besar. Keputusan strategis yang membuat KC menjadi pemain utama di pasar Indonesia, sebab softex merupakan salah satu pemain utama untuk produk popok  anak anak, popok orang dewasa dan pembalut di Indonesia. Pasar Indonesia juga tumbuh dua digit dan pertumbuhan kelahiran yang cukup tinggi. 


Kamis, 11 Maret 2021

selling after crisis

Selling After Crisis

Lembaga riset J.D.Power menyatakan kalau konsumen mobil di Amerika serikat sekarang jauh lebih banyak menghabiskan waktunya melalui perangkat online untuk mendapatkan informasi mengenai mobil. Sekitar 13 jam dipergunakan mencari informasi melalui aplikasi online dan hanya 3,5 jam calon pembeli mobil yang datang ke dealer untuk mendapatkan informasi mengenai mobil yang akan dibelinya. 

Customer sekarang menginginkan website yang memberikan informasi mengenai produk, harga dan review terhadap produk. Calon customer  sekarang sudah memiliki informasi yang lengkap mengenai produk sebelum menginjakkan kakinya ke dealer. Konsumen juga tidak akan meneruskan membuka website dealer yang tidak mencantumkan harga. Sales tidak lagi dapat meminta komitmen dari calon customer sebelum memberikan penawaran harga.

Kondisi yang tidak jauh berbeda juga dialami  Honda Prospect Motor sebagai principal pemegang merek Honda di Indonesia. Dampak dari pandemic covid 19 yang terjadi menyebabkan merosotnya angka penjualan mobil. Penjualan secara offline mengalami penurunan, namun penjualan secara online meningkat. Pada tahun 2019 sebelum pandemic terjadi, penjualan online hanya 5% dan tahun 2020 setelah pandemic penjualan online sudah mencapai 20% dari total penjualan.

Demikian juga dengan penjualan mobil Peugeot, merek yang lama tenggelam dari persaingan otomotif di Indonesia mengalami peningkatan penjualan justru di era pandemic. Penjualan Peugeot meningkat sebesar 64% selama tahun 2020. 

Salah satu strategi yang diterapkan oleh Honda dan Peugeot adalah dengan meningkatkan aktifitas penjualan secara online. Strategi penjualan digital ini dengan membangun website dimana calon pembeli bisa mendapatkan informasi mengenai produk, harga, lokasi dealer dan berbagai program promo. Untuk meningkatkan sensasi belanja online calon pembeli dapat melihat produk dari kamera 360 derajat. Konsumen juga mendapatkan infromasi layanan purna jual dan juga bisa langsung melakukan transaksi pembelian secara online. 

Frank V Cespedes dalam tulisannya berjudul Selling After Crisis di HBR menuliskan Pada umumnya customer pada awalnya dalah seorang generalis, namun selanjutnya akan lebih discriminating. Dengan banyaknya new entrants akan menyebabkan  hadirnya standar baru. Sebagai akibatnya customer menjadi semakin memiliki banyak pilihan. Perusahaan harus selalu merespon perubahan customer expectation atau akan kehilangan kesempatan untuk memenangi persaingan. 





Senin, 01 Maret 2021

Value Proposition

Value Proposition

Tata Nano merupakan mobil produk Tata Motor, salah satu dari the big four produsen mobil di India. Pada awal kelahirannya mendapatkan perhatian yang sangat besar dari publik dan diperkirakan akan sangat sukses masuk pasar India. Di negara yang tergolong miskin seperti India, memiliki mobil hanya akan menjadi impian bagi banyak orang. Pada umumnya masyarakat hanya mampu untuk membeli sepeda motor.

Mobil yang disebut sebagai “people car” ini setelah diluncurkan pada maret 2009 dengan potensi besar ternyata gagal memenuhi ekspektasi pasar. Penjualan mobil ini akhirnya tidak mampu mencapai target yang ditetapkan. Padahal mobil ini sudah memenuhi persyaratan untuk sukses, memiliki diferensiasi dan low cost.

Mengapa mobil yang secara konsep terlihat akan sukses ini ternyata gagal di pasar? salah satu faktor penyebabnya adalah kesalahan dalam memilih channel distribution. Tata adalah produsen mobil untuk kelas menengah hingga premium yang terkenal di India.  Tata juga memiliki saluran distribusi dimana mobilnya dijual ke konsumen.

Tata kemudian menggunakan saluran distribusi atau show room besar yang dimilikinya untuk menjual mobil kelas menengah dan premiumnya ini untuk juga menjual Tata Nano, disinilah muncul masalahnya. 

Target market Tata Nano adalah konsumen yang tadinya naik sepeda motor dan ingin beralih ke mobil. Konsumen kelas bawah ini ternyata enggan atau kurang pede masuk ke show room besar untuk membeli Tata Nano. Factor seperti ini juga mungkin yang menyebabkan gadai emas bank Syariah tidak berhasil mengeser dominasi Pegadaian di bisnis gadai, adanya reluctant segmen peminjam ratusan ribu datang ke bank.

Mobil Tata Nano ini kemudian mengalami pergeseran persepsi dari awalnya diciptakan oleh produsennya dengan value proposition “people car”, di pasar kemudian bergeser menjadi “cheapest car” atau identik dengan mobil tidak berkualitas.  

Bagi generasi tahun 80-an di Indonesia mungkin pernah ingat dengan Mazda MR yang dijual dengan harga murah sebagai mobil rakyat (MR) ternyata juga gagal di pasar. Mobil MR ini dijual dengan harga murah, namun kemudian ternyata identik dengan mobil tidak berkualitas.  Brand rakyat ternyata identic dengan orang susah, konsumen jadi enggan membelinya. akhirnya mobil ini  “repackage value proposition” dengan nama baru Mazda Baby Boomer.

Perubahan value  proposition ini timbul karena pembeli Tata Nano bergeser dari awalnya ditargetkan untuk masyarakat pengguna sepeda motor yang menginginkan mobil menjadi pemilik mobil yang membeli mobil kedua yang sangat murah.

Sementara target market masyarakat low income menjadi tidak terjangkau dari kesalahan pemilihan saluran distribusi ini. Ditambah dengan munculnya persepsi sebagai “cheapest car” menyebabkan konsumen segmen low income merasa tidak nyaman untuk membelinya. 

Bagi masyarakat low income ini membeli mobil bukan hanya berarti tidak kepanasan dan kehujanan,  tetapi juga menaikkan status sosialnya. Dengan gelar “cheapest car” pembelian mobil ini tidak menaikkan status sosial tapi terlihat seperti orang susah yang pansos. Untuk memahami perasaan ini seperti rasanya belanja di Mall naik Tata Nano parkir bersebelahan dengan Alphard. 





Minggu, 28 Februari 2021

escape from future

Escape from future

Mr Sullivan merupakan presiden direktur dari perusahaan Pacific Telephone and Telegraph di Amerika ini seperti manusia yang diberkahi bisa melihat masa jauh ke depan. Apa yang disampaikannya di koran terbitan tahun 1953 mengenai masa depan dari telefon, di tahun 2021  sebagiannya sudah menjadi kenyataan. Sebagai praktisi dalam bisnis telefon, Sullivan bisa melihat manfaat dan arah pengembangannya.

Kelak katanya semua orang akan membawa telefon kemana mana seperti kita menggunakan jam disaat ini (tahun 1953).  Pada saat sekarang realitas melampaui prediksinya,  smartphone sebagai evolusi dari telefon lebih dari sekedar alat komunikasi. Smartphone sekarang sudah juga menjadi uang, belanja tinggal buka e-payment di smartphone atau menyodorkan QR code dan transaksi terjadi. Uang menjadi bukan lagi lembaran kertas tapi aset digital dalam smartphone.

Terjadinya pandemi juga mempercepat apa yang disebut dengan digitalisasi akibat low touch and less crowd economy. Pertokoan konvensional seperti Matahari secara pasti mulai menutup tokonya karena kekurangan pengunjung, sebaliknya e-commerce atau market place tumbuh secara eksponensial.








Minggu, 21 Februari 2021

Bisnis Gadai di Hongkong

Gadai di Hongkong 


                                   sumber : vitruvianman.com

Pada tahun 2020 jumlah pawnshop  tercatat sebanyak 250 outlet yang tersebar di wilayah Hongkong. Bisnis gadai terus tumbuh di wilayah eks koloni Inggris ini, meskipun mayoritas konsumennya adalah warga Hongkong namun pekerja migran dari Indonesia juga menjadi konsumen yang cukup besar .

Hongkong merupakan kota dengan biaya hidup yang sangat mahal, kalau orang Hongkong punya mobil berarti orang yang kaya raya seperti artis top Jacky Chan.  Pada umumnya warga Hongkong tinggal di Apartemen yang tidak menyediakan lokasi parkir. Kalaupun disediakan lokasi parkir maka tarif parkir mobil juga sangat mahal. 

Di Hongkong penduduknya tidak boleh parkir sembarangan di pinggir jalan Apartemen atau di jalan perumahan . Oleh karena itu penduduk Hongkong selalu menggunakan transportasi umum kalau bepergian.

karena biaya hidup yang sangat mahal maka jasa gadai menjadi kebutuhan yang tak terhindarkan bagi masyarakat yang mengalami mismatch antara pengeluaran dengan pendapatannya.  Jasa gadai merupakan alternatif atau komplementer dari jasa perbankan dan penulis tidak menemukan data kalau ada pawnshop yang menjadi bagian dari Bank.   

Di Hongkong bisnis gadai sepenuhnya dimiliki private, tidak ada BUMN nya. Mereka focus dalam bisnis gadai, agak berbeda dengan model bisnis gadai di negara bekas koloni Inggris lainnya. Di Australia dan Singapura bisnis gadai disamping menerima gadai juga menjadi toko second hand dan memberikan personal loan.

Di Hongkong besarnya bunga maksimal adalah 3,5% / bulan. Bunga maksimal ini diatur oleh pemerintah dan besarnya pinjaman maksimal per nasabah adalah HK$ 100 per nasabah. Selebihnya regulasi mengenai gadai sepenuhnya diatur oleh Hongkong dan Kowloon pawnbrookers Association (HKKPA).  


Jumat, 19 Februari 2021

Akuisisi Fritolay

Akuisisi

Kemarin Rabu (17/2) muncul berita kalau Indofood CBP Sukses Makmur melakukan akuisisi terhadap seluruh saham milik Fritolay Netherlands Holding B.V (Fritolay) selaku afiliasi dari PepsiCo Inc. Nilai akuisisi ini bernilai hampir setengah triliun rupiah, nilai yang kecil kalau dilihat dari nilai asset Indofood. Dengan transaksi ini maka Indofood akan memiliki 99,99 % saham Fritolay.

Fritolay ini merupakan perusahaan yang memproduksi dan memasarkan makanan ringan seperti keripik kentang Lays, snack Doritos dan Cheetos crunchy. Keripik kentang yang terkenal di seluruh dunia. Keripik ini pada awalnya diproduksi oleh Herman W.Lay pada tahun 1932 di Tennessee, Amerika Serikat. 

Produk Lays ini masuk ke Indonesia sejak tahun 1993 dibawa oleh Indofood CBP Sukses Makmur melalui perusahaan patungannya dengan Fritolay Holding yang merupakan afiliasi Pepsi.co. Perusahaan terakhir ini merupakan pemegang merek dari Lays,doritos dan Cheetos. Dengan akuisisi oleh Indofood maka perusahaan patungan ini berakhir dan seluruh saham dimiliki oleh Indofood.

Akuisisi ini juga menyebabkan berakhirnya seluruh lisensi produksi dan pemasaran produk pepsi.co dengan Indofood. Selanjutnya pepsi.co dilarang melakukan kegiatan produksi dan pemasaran seluruh produknya yang bersaing dengan produk Indofood. Produk itu adalah Lays, Cheetos dan Doritos. 

Sementara produk asli dari Indofood untuk produk sejenis adalah chiki balls, chitato, jetz dan qtela. Dengan hilangnya snack produk dari Pepsi ini maka produk Indofood nyaris akan tanpa saingan. Perlu juga diingat bahwa pemilik Indofood juga merupakan pemilik jaringan ritel Indomaret. Tidak ada yang bisa dijual di pasar Indonesia kalau tidak berbaikan dengan pemilik Indomaret.

Tentu kita tidak tahu apa alasan Fritolay Holding bersedia untuk diakuisisi karena tidak ada penjelasannya, kalau karena perusahaan ini merugi sudah pasti bukan karena mereka sampai dengan triwulan III/2020 penjualannya masih mencapai Rp. 2,14 triliun. Meskipun dilanda covid penjualan snack ini tetap tumbuh, karena biarpun covid mulut tetap harus mengunyah. Dari membeli kemasan lays yang lebih banyak anginnya ini kalau dibuka tetap saja bisa triliunan penjualannya.

Kalau akuisisi mungkin proses bisnis yang sudah sering terjadi, tapi disertai dengan keharusan dari pepsi.co untuk melikuidasi produknya dari pasar Indonesia dalam kondisi pasar yang tumbuh dan menguntungkan memang jadi pertanyaan. Strategi yang hebat dari Indofood untuk sepenuhnya menguasai pasar. 





Pengujian emas non acid test



Pengujian Emas

Pemeriksaan Cap Tanggungan

Dengan memeriksa cap tanggungan (hallmark). Setiap produsen perhiasan emas akan memberikan stempel karatase emas dan inisial produsennya di setiap perhiasan emas yang dibuatnya. Misalnya untuk emas 24 karat maka akan dapat dilihat stempel “24K”. Jika produsen perhiasan emasnya adalah UBS maka akan tertera cap UBS pada perhiasan emas tersebut.

Hallmark ini biasanya ada di bagian sisi dalam untuk cincin atau di bagian sisi pengait untuk kalung atau gelang. Karena ukuran stempel ini sangat kecil, diperlukan kaca pembesar untuk membantu melihatnya dengan baik. Namun pengujian dengan cara ini sangat rentan dengan pemalsuan, emas palsu juga dengan mudah membuat stempel hallmark di perhiasannya. 

                       

Pemeriksaan Menggunakan Magnet

Cara pengujiannya adalah dengan mendekatkan magnet ke logam yang diduga emas tersebut, jika logam tersebut dapat ditarik atau menjauh dari magnet maka dapat dipastikan bahwa logam tersebut bukan emas. Karena emas tidak bersifat non ferrous metal sehingga tidak dapat ditarik oleh magnet.

Pemeriksaan Menggunakan Electronic Gold tester

Dengan menggunakan Electronic Gold Tester. Peralatan uji emas (gold tester) elektronik ini banyak ditawarkan di toko online atau toko yang menjual peralatan bagi toko perhiasan. 

Gold tester ini bekerja dengan mendeteksi campuran logam yang ada dalam emas, dengan menempatkan emas pada unit gold tester dan kemudian menyentuhkannya dengan pen untuk mendeteksi campuran logam. Gold tester ini kemudian akan menampilkan karatase emas melalui lampu LED atau layar LCD.

                                              sumber : Gemoro Gold tester



Menggunakan X-Ray Fluoresence (XRF) Machine

Pengujian dengan menggunakan mesin XRF dilakukan dengan menggunakan prinsip spectrometer. Dengan menempatkan emas pada mesin X-ray ini maka secara otomatis mesin dalam beberapa detik akan menentukan elemen dan komposisi dari logam, untuk emas maka terbaca komposisi dari emas (Au) dari logam yang dilakukan pengujian.

Mesin X-ray ini memberikan hasil pengujian yang lebih akurat dan tidak merusak logam yang dijadikan sampel. Pengguna mesin ini biasanya produsen emas besar seperti PT. ANTAM karena peralatan ini mahal harganya dan harus dikerjakan oleh tenaga yang terlatih.


sumber : sri rouda equipment